Rapid Test Dipastikan Ampuh Deteksi Virus Korona

    Candra Yuri Nuralam - 22 Maret 2020 11:26 WIB
    <i>Rapid Test</i> Dipastikan Ampuh Deteksi Virus Korona
    Warga menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh sebagai tahapan ritual perayaan Hari Raya Nyepi di Desa Sekaran, Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 21 Maret 2020. Foto: Antara/Prasetia Fauzani
    Jakarta: Rapid test atau tes cepat dinilai ampuh dalam membantu pemerintah mendeteksi masyarakat yang terpapar virus korona (covid-19). Angka pasti penyebaran virus diyakini bisa terlihat dengan metode itu.

    "Dengan demikian makin akan banyak masyarakat menderita atau terinfeksi yang terdeteksi dengan baik dan masyarakat yang sehat tentunya akan mengetahui," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Wiku Adisasmito di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 22 Maret 2020.

    Wiku mengatakan rapid test bisa mendeteksi virus tersebut dengan reagen spesifik dari virus korona. Tes ini juga dijalankan optimal dengan peralatan medis yang dimiliki pemerintah.

    "Maka dari itu tata laksana penggunaan rapid test akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang ada," ujar Direktur Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (UI) itu.

    Hasil tes cepat itu akan dilanjutkan ke laboratorium medis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Wiku menjamin Indonesia mumpuni dalam mendeteksi virus ini.

    "Perlu diketahui bahwa sebenarnya laboratorium di Indonesia yang memiliki PCR (reaksi berantai polimerase) jumlahnya cukup banyak dan jika disediakan dengan reagen akan mampu melakukan pemeriksaan dengan lebih cepat," tutur Wiku.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi global. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, medio November 2019.
     
    <i>Rapid Test</i> Dipastikan Ampuh Deteksi Virus Korona
    Grafis Medcom.id

    Baca: Tiga Dokter Meninggal Diduga Terpapar Korona

    Per Jumat, 20 Maret 2020, WHO mencatat ada 266.073 kasus positif korona di seluruh dunia. Sebanyak 32.000 kasus di antaranya merupakan pasien baru.

    Virus dengan gejala flu, demam, dan sesak napas ini telah menyebabkan 11.184 kematian. Angka kematian naik 1.344 dalam sehari.

    Sementara itu, jumlah orang yang tertular virus korona di Indonesia per Sabtu, 21 Maret 2020, mencapai 450 pasien. Sebanyak 38 pasien meninggal, sedangkan 20 orang berhasil sembuh.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id