Jamu AVC Diklaim Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19

    Juven Martua Sitompul - 14 Mei 2020 14:27 WIB
    Jamu AVC Diklaim Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Tim Peneliti dan Penemu Independen Afiliasi Nahdlatul Ulama (TPPI-ANU) menjalankan serangkaian uji klinis terhadap jamu antivirus corona (AVC). Jamu itu diklaim membantu kesembuhan pasien positif virus korona (covid-19).

    "Kami juga melakukan uji pencegahan kepada pejabat ASN (aparatur sipil negara) Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jawa Barat yang secara sukarela menggunakan jamu AVC ini," kata Ketua I TPPI-ANU, Asep Rukmana, melalui keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2020.

    Menurut Asep, uji klinis meliputi pengobatan kepada tiga pasien dengan hasil swab positif di Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan RS Dustira. Setelah tiga hari pengobatan dengan jamu AVC, hasil swab ke-1 dan swab ke-2 pasien menjadi negatif.

    Uji klinis di kedua rumah sakit ini dilaksanakan setelah tim TPPI-ANU menyampaikan paparan kepada Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja. Paparan kemudian disampaikan kepada Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial (Yanbangsos) dan Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Barat Selasa, 21 April 2020.

    "Hal yang sama kami lakukan secara informal dan hasilnya 100 persen berhasil," kata Asep.
     
    Asep menyebut jamu AVC hasil kerja keras segenap anggota tim peneliti TPPI-ANU selama berbulan-bulan. Jamu ini hasil dukungan dari berbagai pihak terkait.

    "Semua dedikasi dan kerja keras ini didorong oleh rasa keprihatinan dan kepedulian yang sama, yakni terkait kapan bakal berakhirnya pandemi ini, sementara vaksin belum juga ditemukan," kata Asep.

    Asep menyebut jamu AVC terbuat dari 100 persen bahan alami. Jamu itu  diklaim tidak memiliki efek samping kepada penggunanya. 

    Jamu AVC Diklaim Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19

    Baca: Guru Besar: Jamu Optimalkan Sistem Imun Cegah Covid-19

    TPPI-ANU telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait distribusi jamu ini. TPPI-ANU mengaku mendapatkan dukungan berupa komitmen untuk membantu proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional (Kestrad) Kementerian Kesehatan.

    "Harapan kami, jamu AVC  bisa segera digunakan untuk mencegah dan mengobati covid-19 di Indonesia," kata Ketua IV TPP ANU Yusuf Hamangku Rahayu.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id