Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Bisa Meredam Konflik Papua

    Intan Yunelia - 23 Agustus 2019 23:22 WIB
    Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Bisa Meredam Konflik Papua
    Polisi membersihkan sisa pembakaran ban saat terjadi kericuhan di kawasan Padang Bulan, Jayapura, Papua. Foto: Antara/Indrayadi.
    Jakarta: Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah menyampaikan penyelesaian masalah Papua butuh sinergitas sektor ekonomi dan keamanan. Kedua hal ini bisa menjadi senjata utama dalam memitigasi eskalasi kericuhan.

    "Saya meyakini, pendekatan ekonomi dan keamanan bisa menjadi lokomotif meredam kericuhan yang terjadi di Bumi Papua," ujar Said, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019. 

    Menurut Said, sektor ekonomi di Papua tidak akan berjalan tanpa jaminan keamanan. Pembangunan ekonomi membutuhkan stabilitas keamanan. Begitupun sebaliknya, kekuatan pertahanan butuh kemampuan ekonomi dengan alokasi anggaran.

    Pendekatan keamanan bukan dengan cara represif, namun dibutuhkan soft power yang lebih persuasif seperti negosiasi dan dialog. Hal ini harus dipasang sebagai ujung tombak untuk menyelesaikan konflik. 

    "Saya kira, penanganan kerusuhan Papua dan Papua Barat tidak boleh sporadis, perlu terapi khusus. Bangun dialog dan rekonsiliasi, libatkan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh adat Papua untuk memetakan jalan penuntasan konflik di Bumi Cenderawasih," kata politikus PDIP itu. 

    Said mengatakan stabilitas keamanan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Bukan hanya pada aspek sosial, namun juga mempengaruhi bidang ekonomi. Situasi yang tidak kondusif berimbas pada perkembangan ekonomi di Papua. 

    Situasi ini akan memengaruhi minat para investor dalam berinvestasi yang muaranya menganggu ekonomi nasional. Karenanya, pemerintah wajib menjaga stabilitas keamanan untuk menciptakan perekonomian yang sehat.

    "Korelasi antara ekonomi dan keamanan merupakan hubungan yang timbal balik. Daerah yang ekonominya tumbuh, pasti keamanannya terjamin baik," ucap dia.

    Pemerintah perlu merumuskan kerangka penyelesaian masalah di Papua jangka panjang. Sebab, provinisi di ujung timur Indonesia ini menjadi barometer paling kritis atas adanya ancaman disintegrasi bangsa.

    "Yang dibutuhkan sekarang ini solusi yang bersifat jangka panjang dan lebih komprehensif. Bila tidak, maka dikhawatirkan eskalasi kerusuhan akan berlangsung ke arah kebuntuan politik yang akan mengancam persatuan bangsa," pungkasnya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id