Jalan Tol Tak Bisa Dijadikan Tumpuan Arus Mudik

    Faisal Abdalla - 19 Juni 2019 15:57 WIB
    Jalan Tol Tak Bisa Dijadikan Tumpuan Arus Mudik
    Pengamat Transportasi Leny Maryouri - Medcom.id/Faisal Abdalla.
    Jakarta: Pengamat Transportasi Leny Maryouri menyambut baik tersambungnya jalan Tol Transjawa pada arus mudik Lebaran 2019. Namun, pemerintah tak bisa hanya bertumpu pada jalan tol untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat dalam jumlah besar tersebut. 

    "Kita tak boleh hanya fokus pada tol. Karena pada saat mudik dan balik arus kendaraan keluar-masuk Jakarta jumlahnya jutaan," kata Leny dalam sebuah diskusi evaluasi arus mudik di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. 

    Leny menyebut kapasitas jalan tol tak akan cukup menampung seluruh kendaraan pemudik jika pemerintah hanya mengandalkan jalan tol. Dia menyebut kapasitas jalan tol hanya mampu mengakomodasi 100 ribu hingga 300 ribu kendaraan dengan sistem satu arah (one way). 

    Jika sepenuhnya hanya mengandalkan jalan tol, kata Leny, butuh waktu sekitar satu minggu untuk mengeluarkan seluruh kendaraan pemudik. Jika terjadi kemacetan, maka waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua minggu. 

    Dia menyarankan untuk evaluasi mudik tahun depan, pemerintah diimbau memanfaatkan jalan arteri, baik jalan arteri provinsi, kabupaten/kota, maupun kecamatan. Dengan pemecahan itu, arus kendaraan diyakini akan lebih lancar. 

    (Baca juga: Pengamat: Arus Mudik Lancar, Balik Tersendat)

    "Pengalaman saya mudik sebelum ada jalan tol, dengan hanya mengandalkan jalan arteri sudah bisa sampai 10 jam," ujarnya. 

    Dia mengatakan 10 jam waktu tempuh menggunakan jalur arteri itu lantaran banyak petugas kepolisian daerah setempat yang memberi arahan kepada para pemudik. Sementara pada mudik 2019, jalur arteri masih macet lantaran kurangnya jumlah petugas di jalan-jalan dalam kota lantaran petugas dikonsentrasikan di jalan tol. 

    "Seharusnya kalau timbul kepadatan, petugas bisa langsung memecah arus kendaraan, sehingga perjalanan tersebar di Jawa, di semua jalan," ujarnya. 

    Dia juga meyakini arus mudik yang melewati semua jalan, termasuk jalan arteri juga mampu menggerakan roda perekonomian di daerah-daerah yang dilewati pemudik. Bagi pemudik sendiri, melewati jalur arteri juga menawarkan hal-hal yang tak bisa ditemui di jalan tol, seperti tempat hiburan dan wisata. 

    Karena itu, dia mendorong pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memanafaatkan jalan arteri sebagai jalur mudik. "Karena mudik tidak hanya dari lamanya perjalanan, tapi bagaimana pemudik itu bisa enjoy selama dalam perjalanan," ujarnya.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id