Kapolda Bali Berbagi Ilmu Penanganan Terorisme di Amerika

    Candra Yuri Nuralam - 23 November 2019 20:21 WIB
    Kapolda Bali Berbagi Ilmu Penanganan Terorisme di Amerika
    Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard. Foto: istimewa
    Jakarta: Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard berbagi ilmu penanganan terorisme dengan akademisi luar negeri di Chicago, Amerika Serikat. Petrus memaparkan kecepatan Polri dalam penanganan bom Bali 1 dan 2.

    "Polri sebagai garda terdepan dalam menangani kasus terorisme dengan bekerja sama bersama stakeholder emergency services dan juga bagaimana Indonesia selama ini dapat mengelola krisis paska serangan teroris secara cepat dan terukur hingga," kata Petrus di Chicago, Amerika, Sabtu, 23 November 2019.

    Petrus mengatakan ketepatan penanganan terorisme yang dilakukan Polri terbukti ampuh pada tragedi bom Bali 1 dan 2, bom Thamrin 2016, bom Surabaya 2018, terbaru serangan bom di Polres Medan. Semua tindakan Polri bisa terukur dengan dukungan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberaantasan Tindak Pidana Terorisme.

    Petrus juga membagikan informasi terkait penanganan setelah teror berlangsung. Dia menuturkan usai serangan teror secara fisik, serangan lanjutan yang harus ditangkal ialah serangan siber.

    "Antisipasi propaganda hoaks terorisme menggunakan platform sosial media juga harus diantisipasi pihak berwajib usai serangan berlangsung," ujar Petrus.

    Assistant Secretary-General dan Executive Director dari Badan PBB CTED Michele Conisx menyebut Indonesia merupakan negara yang baik dalam penanganan teroris. Dia menyebut Indonesia mudah pulih usai mendapat serangan.

    "Indonesia adalah contoh bagaimana kota kota di dunia yang berhasil bangkit menghadapi teroris. Kita dapat belajar dari situ untuk bagaimana menilai manajemen risiko penanganan serangan teror dan menurunkan level risikonya," ujar Michele.

    Petrus menghadiri acara Colloquium Dunia dan Workshop Nasional dengan Tema "Uniting Against the Next Attack' dari tanggal 21 sampai dengan 23 November 2019 di Chicago Amerika Serikat. Dalam acara itu Petrus menjadi pembicara di depan akademisi dari United Nations, Amerika Serikat, Inggris, Indonesia, Australia, Turki, Maroko, Perancis, Skotlandia, dan Israel.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id