comscore

Jadi ASN Polri, Ini Perjalanan Karier Novel Baswedan

Sri Yanti Nainggolan - 10 Desember 2021 10:45 WIB
Jadi ASN Polri, Ini Perjalanan Karier Novel  Baswedan
Eks penyidik KPK Novel Baswedan/Media Indonesia/Rommy Pujianto
Jakarta:  Novel Baswedan resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Ia kembali mengabdi di institusi awal ia berkarier. 

"Kenapa saya kemudian memutuskan untuk menerima menjadi ASN Polri, karena kita tentunya prihatin ya melihat kondisi korupsi itu banyak, masif, bahkan kalau kita perhatikan beberapa kasus besar korupsi pun tidak tertangani dengan efektif," kata Novel Baswedan di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Desember 2021. 

Awal karier Novel Baswedan

Novel Baswedan lulus dari Akademi Kepolisian tahun 1998. Pria kelahiran 1977 itu bertugas di Polres Bengkulu pada tahun 1999. 
Novel Baswedan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004-2005. Ia lalu ditugaskan di Bareskrim Mabes Polri selama dua tahun. 

Baca: Polri Tak Halangi 44 Eks Pegawai Ingin Kembali ke KPK

Novel Baswedan ditugaskan Januari 2007 ditugaskan sebagai penyidik untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Januari 2007. Ia selesai bertugas di Polri dan menjadi menjadi penyidik tetap KPK sejak tahun 2014.

Kasus yang ditangani Novel Baswedan di KPK

Novel Baswedan menangani berbagai kasus besar sejak 2007. Di antaranya kasus suap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin (2011) dan kasus korupsi Wisma Atlet terkait SEA Games 2011 yang menyeret anggota DPR, Angelina Sondakh.

Kemudian, Novel Baswedan juga menangangi kasus suap cek pelawat yang melibatkan Nunun Nurbaeti dalam proses pemilihan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (2004) dan kasus suap perkara pilkada yang melibatkan Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (2013). 

Novel Baswedan tersangkut kasus penganiayaan 

Pada 5 Oktober 2012, sejumlah polisi dari Kepolisian Bengkulu mendatangi gedung KPK untuk menangkap Novel atas kasus penganiayaan tersangka pencurian sarang walet saat ia bertugas di Polres Bengkulu pada tahun 2004. Kasus tersebut dihentikan karena permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pihak kepolisian membuka kembali kasus penganiayaan tersebut pada tahun 2015 meskipun penyelidikan sudah dihentikan sejak 2012. Novel Baswedan tidak memenuhi panggilan untuk pemeriksaan kasus karena Plt. Ketua KPK Taufiequrachman Ruki memerintahkannya untuk tidak memenuhi panggilan Polri. Pada 1 Mei 2015, Novel ditangkap di kediamannya atas kasus tersebut.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id