comscore

BSSN Soal Serangan Thanos: Belum Ada Laporan

Cahya Mulyana - 13 September 2021 00:22 WIB
BSSN Soal Serangan Thanos: Belum Ada Laporan
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendalami dugaan peretasan situs 10 kementerian/lembaga oleh Mustang Panda Group. Peneliti Insikt Group menyebut kelompok peretas asal Tiongkok itu menggunakan private ransomware bernama Thanos.

"Sampai saat ini belum ada laporan dari kementerian/lembaga kita tentang informasi tersebut," kata Kepala BSSN Hinsa Siburian kepada Media Indonesia, Minggu, 12 September 2021.
Menurut dia, BSSN melalui seluruh perangkatnya tengah menganalisis kebenaran dugaan peretasan itu. BSSN meminta semua pihak tetap waspada.

"Kita tetap monitor," ungkap Hinsa.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengaku belum mengetahui persis kebenaran dari klaim tersebut. Untuk membuktikan kebenarannya, investigasi diperlukan, seperti pada kasus eHAC Kementerian Kesehatan.

“Kalau mereka sudah share bukti peretasannya seperti data dan biasanya upaya deface, baru kita bisa simpulkan memang benar terjadi peretasan. Juga 10 kementeriannya yang mana juga masih belum jelas," ujar Pratama.

Baca: RUU PDP Dinilai Penting untuk Landasan Terwujudnya Program Keluarga Harapan

Menurut dia, klaim itu bisa bermodus spionase antarnegara. Ketika terjadi, hal itu sangat sulit untuk dibuktikan.

"Karena motifnya bukan ekonomi maupun popularitas,” jelas Pratama.

Pratama menilai klaim Insikt Group sangat bagus sebagai trigger bagi kementerian/lembaga supaya berhati-hati. Security assesment di sistem masing-masing lembaga diperlukan. Pertahanan perlu diperkuat dengan dibarengi upgrade sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola pengamanan siber.

"Pada pertengahan 2020 juga terjadi isu serupa di lingkungan Kemlu (Kementerian Luar Negeri) dan beberapa BUMN (badan usaha muilik negara). Saat itu ada warning dari Australia bahwa email salah satu diplomat kita mengirimkan malware aria body ke email salah satu pejabat di Australia,” terang Pratama.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id