Pengamat: Pak Yasonna dan Silitonga, Silakan Mundur

    MetroTV - 10 September 2021 10:26 WIB
    Pengamat: Pak Yasonna dan Silitonga, Silakan Mundur
    Tangkapan layar Metro TV



    Jakarta: Seruan kritik dilemparkan sejumlah ahli pascakebakaran di Lapas klas 1 Tangerang, Rabu, 8 September 2021. Salah satunya menyangkut desakan agar pihak yang bertanggung jawab mundur dari jabatannya.

    Pengamat Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan vokal menyerukan hal tersebut sejak hari pertama kejadian. Menurutnya, tak ada sensitivitas dari pemimpin dan jajaran di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait tragedi yang berulang kali terjadi.

     



    "Kalau warga binaan ternyata binasa, yang bertanggung jawab terhadap warga binaan itulah yang harus dibinasakan," kata dia, dalam Primetalk Metro TV, Kamis, 9 September 2021.

    Setali tiga uang, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid membuka wacana bahwa pengunduran diri menjadi langkah pertanggungjawaban yang tepat. Pasalnya, permasalahan over kapasitas harusnya sudah lama diajukan ke jajaran pimpinan.

    "Seandainya info itu ada tapi tidak ada tindakan dari menteri, maka pertanggungjawabannya bisa dilimpahkan ke menteri. Sudah selayaknya Menkumham (Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly) dan Dirjen PAS (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reinhard Silitonga) mengundurkan diri," kata Usman.

    Menanggapi desakan mundur, Reinhard mengaku tidak mempertimbangkan kemungkinan tersebut. "Masalah itu pimpinan yang menilai," ucap Reinhard dalam tayangan yang sama.

    Sebanyak 41 orang meninggal dunia dalam kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang. Kebakaran terjadi pada Rabu, 8 September 2021, sekitar pukul 02.00 WIB. 

    "Kebakaran terjadi di Blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang. Sebanyak 41 orang yang meninggal rata-rata penghuni C2,” kata Kontributor Metro TV Ahmad Heri.

    Korban meninggal dibawa ke RSUD Kota Tangerang dan RSUP dr Sitanala. Heri mengatakan kebakaran cukup besar karena menghanguskan satu blok.

    Belum ada laporan terkait petugas lapas yang berada di lokasi saat kebakaran ataupun yang menjadi korban. Korban luka ringan jumlahnya belum diketahui secara pasti, namun sudah dibawa ke puskesmas terdekat di Kota Tangerang. (Mentari Puspadini)

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id