comscore

Terpopuler Nasional, Lokasi Karantina Atlet PON Kontingen DKI Hingga PPKM Tak 'Berumur'

Juven Martua Sitompul - 13 Oktober 2021 07:03 WIB
Terpopuler Nasional, Lokasi Karantina Atlet PON Kontingen DKI Hingga PPKM Tak Berumur
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan lokasi karantina atlet dan ofisial Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Hotel Grand Cempaka. Karantina wajib dilakukan atlet PON Papua guna mencegah penularan covid-19.
 
"Di Hotel Grand Cempaka (Jakarta Pusat)," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza), di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Oktober 2021.
 
Ariza menyebut karantina dilakukan selama lima hari. Hal ini sesuai dengan standar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Baca selengkapnya di sini

 



Pemilihan lokasi karantina bagi atlet PON kontingen DKI paling banyak dibaca di Kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang disorot pembaca, yakni langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan keputusan presiden (keppres) terkait amnesti bagi dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Saiful Mahdi.

Keppres dikeluarkan Jokowi hari ini. Usulan amnesti untuk Saiful Mahdi yang diajukan Presiden bahkan sudah disetujui DPR.

"Hari ini, tadi, Bapak Presiden menandatangani keppres untuk amnesti Saiful Mahdi. Hari ini pula kami akan kirim keppres itu kepada Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Saiful Mahdi sendiri," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2021.
 
Jokowi, kata Pratikno, ingin keppres amnesti untuk Saiful Mahdi segera ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. Dosen Unsyiah itu diharap bisa secepat-cepatnya bebas dari segala hukuman.

Baca selengkapnya di sini

Artikel selanjutnya yang menarik minat pembaca Kanal Nasional Medcom.id, yaitu terkait waktu pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Waktu penerapan PPKM di Tanah Air seakan tak berujung.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Alexander Ginting mengatakan PPKM masih diperlukan. PPKM tak serta-merta dicabut ketika kasus covid-19 melandai.

“PPKM tidak boleh berhenti kendati positivity rate sudah 1,6 atau 1,4 persen. Vaksin sudah ada di masyarakat dan komunitas sehingga itu harus terus dilakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (testing, tracing, treatment), dan vaksinasi,” ujar Alexander dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2021.
 
Alexander melaporkan dari data Kementerian Kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19, dan provinsi di Pulau Jawa-Bali, angka positif memang menurun. Angka keterisian tempat tidur isolasi di bawah 10 persen, sedangkan angka kematian di bawah 60 persen per harinya.

Baca selengkapnya di sini

Berita terkait isolasi bagi para atlet dan Keppres Pansel KPU-Bawaslu terus diperbarui Kanal Nasional Medcom.id. Baca di sini.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id