Sumpah Pemuda Sempat Berubah Beberapa Kali, Begini Isinya

    Cindy - 25 Oktober 2021 18:00 WIB
    Sumpah Pemuda Sempat Berubah Beberapa Kali, Begini Isinya
    Ilustrasi Sumpah Pemuda. Medcom.id.



    Jakarta: Hari Sumpah Pemuda diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya. Tahun ini Sumpah Pemuda memasuki peringatan usia ke-93. 

    Isi Sumpah Pemuda sejatinya sempat berubah beberapa kali usai diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Hal ini diungkapkan Peneliti sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam. 

     



    "Ketika pemerintah mau memperingati Sumpah Pemuda, ketika ada kongres pemuda, semboyan atau slogan tidak persis sama dengan Sumpah Pemuda 1928 itu," kata Asvi kepada Medcom.id, beberapa waktu lalu. 

    Isi Sumpah Pemuda berubah pada 1938

    Perbedaan isi Sumpah Pemuda muncul pertama kali pada 1938. Kala itu, penulisan frasa "bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia" berubah menjadi "bertumpah tanah yang satu yaitu bangsa Indonesia".

    "Jadibertumpah tanah yang satu, bangsa Indonesia. Kemudian berbangsa satu Bangsa Indonesia. Kita berbahasa satu berbahasa Indonesia. Begitu jadinya," ujar Asvi. 

    Asvi menulai perubahan isi Sumpah Pemuda pada 1938 cukup aneh. Terlebih pada kalimat pertama yang menyelipkan kata tanah. 

    Baca: Sejarah Sumpah Pemuda dan Tokoh-tokoh di Baliknya

    Perubahan isi Sumpah Pemuda pada 1958

    Perubahan isi Sumpah Pemuda kembali terjadi 20 tahun kemudian. Pada 1958 itu, hampir separuh isi Sumpah Pemuda berubah. 

    "Mengaku satu tanah air, tanah air Indonesia. Mengaku satu bangsa, Bangsa Indonesia. Mengaku berbahasa satu, Bahasa Indonesia," ungkap Asvi. 

    Isi Sumpah Pemuda pada era Orde Baru

    Lagi-lagi modifikasi sejarah terjadi pada era Orde Baru. Istilah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa mengemuka pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

    Meski begitu, Asvi menilai rumusan original Kongres Pemuda II pada 1928 paling tepat. Kalimat dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928 memiliki makna yang jelas dan tegas. 

    "Makanya rumusan yang tepat itu rumusan yang tahun 1928, menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Kemudian bahasa daerah tidak dilupakan," jelas Asvi.

    Isi Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928:
    Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
    Kedua, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
    Ketiga, Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


    (CIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id