• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Pemerintah Diminta Pikir Matang Peralihan Sistem Frekuensi

Whisnu Mardiansyah - 17 April 2018 19:39 wib
CEO Medcom.id Muhammad Mirdal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
CEO Medcom.id Muhammad Mirdal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Rancangan undang-undang penyiaran masih memperdebatkan sistem frekuensi antara single mux dan multi mux. Pemerintah diminta berpikir matang soal sistem frekuensi penyiaran. 

"Jadi kalau kalau kita single mux atau multi mux harus dilihat apakah landscape penyiaran yang sudah disusun sekian lama berubah atau enggak," kata CEO Medcom.id Muhammad Mirdal dalam diskusi 'Quo Vadis Sistem Penyiaran : Single Mux, Multi Mux atau Hybrid' di Fraksi Partai NasDem, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

Mirdal menuturkan, dengan penerapan multi mux harus dilihat kesiapan infrastruktur penyiaran yang dimiliki pemerintah. Begitupun dengan penerapan single mux, apakah akan mengubah seluruh infrastruktur landscape penyiaran di Indonesia.

(Baca juga: Sistem Hybrid Multiplexing Dinilai Solusi RUU Penyiaran)

"Panjang menyusun itu termasuk lingkungannya. Nah ini harus dikaji baik-baik supaya industri penyiaran ke depan di Indonesia tidak ke arah destruktif seperti di negara lain," kata Mirdal.

Apalagi saat ini siaran televisi tak berbayar atau free to air di Indonesia sudah cukup banyak. Bukan cuma televisi swasta nasional tetapi juga televisi lokal dan daerah. 

"Ini harus ada afirmative action ke arah itu," ucapnya.

Sebelumnya, salah satu yang paling mencuat dalam RUU Penyiaran ini adalah penetapan TVRI sebagai satu-satunya penyelenggara penyiaran. Usulan Single Mux mencuat dalam proses penggodokan draf revisi Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2012. Draf RUU Penyiaran hingga kini masih terus dibahas oleh DPR.




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.