Satgas Covid-19 Minta Mobilitas Warga Dibatasi Selama Libur Panjang

    Media Indonesia.com, Suryani Wandari Putri Pertiwi - 22 Oktober 2020 19:11 WIB
    Satgas Covid-19 Minta Mobilitas Warga Dibatasi Selama Libur Panjang
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Semua pihak diminta mewaspadai penyebaran covid-19 selama libur panjang akhir Oktober 2020. Warga bahkan diimbau membatasi mobilitas.

    Imbauan ini diberikan Satgas Covid-19 berkaca pada libur Idhulfitri kemarin. Kasus penambahan positif covid-19 naik signifikan.

    "Pada grafik terlihat kasus pada tanggal 22-25 Mei memang tidak terlalu tinggi, tapi tiba-tiba di rentang 6-28 Juni kasus harian melonjak naik," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penangan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Gedung Graha BNPB, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Dia mengatakan kasus harian rata-rata sebelum hari libur itu masih berkisar 600. Di pekan pertama Juni bahkan menunjukan ada 674 kasus harian covid-19, tetapi pada pekan kedua Juni melonjak naik hingga 1.013, bahkan mencapai 1.059.

    Penambahan juga terjadi pada libur Hari Kemerdekaan. Pada saat itu, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sebesar 58 persen hingga 118 persen sejak libur panjang di pekan ketiga Agustus dengan rentang waktu 10 sampai 14 hari.

    Baca: Mendagri Terbitkan SE Antisipasi Penyebaran Covid-19 Selama Libur Panjang

    Positivity rate juga meningkat dengan angka penambahan sebesar 3,9 persen dalam waktu 2 minggu pada level nasional. Menilik data itu, Dewi meminta adanya batasan mobilitas penduduk keluar masuk dari sebuah wilayah selama libur panjang akhir Oktober.

    "Jadi yang kita garis bawahi adalah mobilitas penduduk jangan sampai berkerumun, sudah berkerumun tidak menggunakan 3M akhirnya ada penularan di sana," kata Dewi.

    Dewi mengatakan potensi penyebaran covid-19 bisa terjadi dalam perjalanan wisata. Sebab, perjalanan biasanya melibatkan banyak anggota keluarga dengan menempuh perjalanan yang cukup lama.

    "Kalau jalan-jalan karena naik mobil bareng, kondisi mobil menggunakan AC dan wisata jauh lebih dari satu jam, jadi potensi penularan terjadi saat itu," kata dia.

    Dewi menyebut saat libur panjang terdapat tempat yang harus diwaspadai sebagi titik kerumunan, yakni tempat wisata. Kemudian, tempat beribadah mengingat libur akhir Oktober adalah libur keagamaan.

    "Jadi kita pastikan tidak ramai, mau bentuknya tablig akbar, pengajian dan sebagainya pastikan kondisinya patuh pada 3M, jangan berkerumum," kata Dewi.

    Selanjutnya, tempat yang harus diwaspadai ketiga adalah tempat kampanye. Lalu, rumah yang menjadi kunjungan keluarga, tempat perbelanjaan, transportasi umum, dan kerumunan pada pengungsian bencana.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id