Berita Terpopuler Nasional, Penolakan Rapid Test Keluarga Rizieq Hingga Dukungan Panglima TNI

    Renatha Swasty - 24 November 2020 08:06 WIB
    Berita Terpopuler Nasional, Penolakan <i>Rapid Test</i> Keluarga Rizieq Hingga Dukungan Panglima TNI
    Ilustrasi korona. Medcom.id



    Jakarta: Kerumunan acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memunculkan klaster penyebaran covid-19 (korona). Pemerintah bergerak cepat dengan menelusuri kontak erat orang-orang yang positif covid-19 di acara itu.

    Namun, pemeriksaan rapid test covid-19 (korona) disebut ditolak. Pembaca Medcom.id, sepanjang Senin, 23 November 2020 penasaran soal itu.






    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku belum mendapat informasi terkait penolakan rapid test covid-19 oleh Rizieq Shihab. Pihaknya akan mencari kebenaran terkait hal itu.

    Terkait pemeriksaan rapid test, kepolisian menggelar pemeriksaan gratis di Jalan Petamburan IV, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemeriksaan yang digelar selama tiga hari sejak Minggu, 22 November 2020, itu didatangi 60 orang dari 200 kuota.

    Polisi menyebut keluarga Rizieq tak menghadiri pemeriksaan. Ketidakhadiran Rizieq menarik pembaca kanal Nasional sepanjang kemarin.

    Sementara itu, berita penurunan baliho juga masih menjadi perhatian pembaca Medcom.id. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendukung penertiban baliho FPI.

    Berikut rangkuman berita terpopuler:

    1. Pemprov DKI Selisik Penolakan Rapid Test Rizieq Shihab

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengaku belum mendapat informasi terkait penolakan rapid test covid-19 oleh pemimpin FPI Rizieq Shihab. Pihaknya akan mencari kebenaran terkait hal itu.
     
    "Saya enggak tahu konteksnya seperti apa pada saat beliau ditawari. Tentu kami perlu dapat informasi yang lebih jelas sehingga bisa berkomentar," kata Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin, 23 November 2020.
     
    Rizieq sedianya harus menjalani rapid test di lingkungan kediamannya. Pemeriksaan merupakan dampak munculnya klaster covid-19 Petamburan usai Rizieq menggelar acara di wilayah Jakarta Pusat itu.

    Widyastuti mengeklaim rapid test yang digelar di klaster Petamburan berjalan lancar. Pemeriksaan gratis dilakukan bagi warga yang berada di sekitar kediaman Rizieq.
     
    "Sejauh ini teman-teman kami yang bekerja di Petamburan bersama dengan perangkat Satuan Tugas Covid-19, RT/RW, Lurah dan Camat kemarin dengan tim Polda Metro Jaya sudah berjalan dengan baik," ucap dia.

    Selengkapnya baca di sini

    2. Panglima TNI Mendukung Sikap Tegas Pangdam Jaya

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman menertibkan baliho Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Penertiban baliho tak perlu menunggu perintah panglima sebab ketertiban suatu daerah berada di bawah komando pangdam.
     
    "Tentunya panglima TNI akan mendukung semua tindakan yang dilakukan Pangdam Jaya atas dasar pertimbangan di lapangan tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad melalui keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 23 November 2020.
     
    Achmad mengakui panglima TNI memang tidak memberikan perintah untuk menurunkan Baliho, karena penertiban baliho terlalu teknis dari sisi operasional. Namun, Pangdam Jaya selaku pimpinan militer di Provinsi DKI Jakarta, tentunya memiliki tanggung jawab mengambil suatu tindakan atas dasar pertimbangan situasi di lapangan.

    Selengkapnya baca di sini

    3. Polisi: Keluarga Rizieq Tidak Datang Rapid Test

    Polisi memberikan fasilitas rapid test gratis di Jalan Petamburan IV, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya di SD Negeri 01-03 selama tiga hari sejak Minggu, 22 November 2020. Rapid test disediakan untuk melacak penyebaran covid-19 terhadap masyarakat yang datang dalam kegiatan Rizieq Shihab, termasuk keluarga Imam Besar FPI itu.
     
    "Sampai saat ini keluarga HRS (Rizieq) tidak ada yang ke sini," kata Kepala Unit (Kanit) Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 23 November 2020.
     
    Margiyono mengatakan 200 alat rapid test disediakan untuk melacak penyebaran covid-19. Pelayanan diberikan kepada warga yang tinggal di rukun warga (RW) 01-04 dan rukun tetangga (RT) 08.

    Namun, hanya 60 orang yang datang menjalani rapid test hingga pukul 13.00 WIB. Rapid test akan dilanjutkan pada pukul 09.00-13.00 WIB, Selasa, 24 November 2020.

    Selengkapnya baca di sini

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id