Tsunami Covid-19 Mengancam Bila Masyarakat Ngotot Mudik

    Wandi Yusuf - 09 Mei 2021 18:51 WIB
    Tsunami Covid-19 Mengancam Bila Masyarakat Ngotot Mudik
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Tsunami covid-19 seperti di India sangat mungkin terjadi di Indonesia. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. 

    Meski sudah ada larangan, banyak masyarakat yang tetap ngotot mudik. Program vaksinasi dinilai turut mendorong seseorang lebih berani mudik. Vaksinasi sejatinya belum tentu membuat warga aman dari penularan virus.

     



    “Seperti di India, kasus meningkat pesat karena mereka merasa sudah ada vaksin. Cukup banyak yang divaksin sehingga mereka menjadi abai. Dianggapnya sudah aman,” kata epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad dalam keterangan tertulis, Minggu, 9 Mei 2021.

    Menurut dia, jika banyak warga ngotot mudik dan mengabaikan protokol kesehatan, potensi tsunami covid-19 seperti di India terbuka lebar. Berbagai kota berstatus zona oranye dan merah juga sudah menunjukkan penularan di tingkat lokal meluas.

    Baca: 10.000 Pedagang Pasar di Sleman Segera Vaksin Covid-19

    Selain itu, adanya ancaman varian baru covid-19 dari Inggris, Afrika Selatan, dan India yang masuk ke Indonesia. Riris menegaskan aturan pelarangan mudik dan penegakan hukum harus konsisten. 

    Ketegasan diperlukan mengingat orang Indonesia gemar mencari pembenaran. Salah satu pembenaran itu, yakni tetap mudik dengan alasan dapat terhindar dari covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Persoalan mudik sejatinya lebih pada meningkatkan mobilitas. 

    Penegakan hukum tidak cukup memberikan efek jera dan menumbuhkan kesadaran agar tidak mudik. Jika setiap individu mau disiplin 5M, risiko penularan memang dapat dikurangi. 

    Namun, setiap orang tetap berisiko terpapar covid-19 ketika mudik. Riris mengingatkan mudik memberikan risiko penularan covid-19 kepada keluarga di kampung halaman. 

    “Kuncinya adalah pada individu. Kalau kita bisa melakukan tindakan pencegahan secara individu, kita akan melindungi orang yang di sekitar kita, terutama keluarga, orang tua, dan komorbid,” ujar Riris.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id