Mabes Polri: Personel Brimob Maluku Tidak Meninggal Karena Vaksin Covid-19

    Siti Yona Hukmana - 07 April 2021 20:18 WIB
    Mabes Polri: Personel Brimob Maluku Tidak Meninggal Karena Vaksin Covid-19
    Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukaman



    Jakarta: Mabes Polri membantah personel Brimob Polda Maluku, Iptu Laurens Tenine, meninggal akibat vaksinasi covid-19. Iptu Laurens berpulang karena terinfeksi virus korona.

    "Dilakukan sampel pemeriksaan covid-19 (RT-PCR) di RS Haulussy Ambon dengan hasil positif," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021. 






    Argo menjelaskan kronologi meninggalnya personel Brimob tersebut. Awalnya, Laurens dibawa keluarga ke RS Bhayangkara dengan keluhan tidak sadarkan diri. 

    Laurens langsung diperiksa dokter jaga di unit gawat darurat (UGD). Polisi itu tidak menunjukkan respons pada napas dan nadi.

    Baca: WHO: Tidak Ada Alasan Ubah Penilaian Tentang Manfaat Vaksin AstraZeneca

    Tenaga medis melakukan resusitasi jantung paru selama satu siklus, tetapi tidak berhasil. Rekam jantung pasien sempat diperiksa dengan elektrokardiogram (EKG) dengan hasil tidak merespon. 

    "Untuk refleks pupil dan kornea negatif dan dinyatakan meninggal dunia pukul 07.17 WIT," ujar Argo.

    Iptu Laurens meninggal pada Minggu, 4 April 2021. Sehari sebelumnya, dia mengeluhkan sesak napas. Komandan Kompi Bataliyon A Brimob itu sempat mengikuti vaksinasi covid-19 massal di Polda Maluku pada Selasa, 30 Maret 2021. 

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id