Sarinah, dari Soekarno Hingga Obama & ISIS

    Coki Lubis - 18 Januari 2016 02:01 WIB
    Sarinah, dari Soekarno Hingga Obama & ISIS
    Sarinah sempat menjadi gedung tertinggi di Jakarta, bahkan Indonesia. (foto: Djakarta Tempo Doeloe)
    medcom.id, Jakarta: Bom Thamrin menjadi menjadi sebutan resmi untuk kasus terorisme yang sebelumnya dikenal sebagai Bom Sarinah. Alasannya jelas karena bom memang tidak meledak di Gedung Sarinah, melainkan di beberapa titik di luar pagar pusat perbelanjaan tua tersebut.

    Untuk ukuran jaman sekarang nama Sarinah terdengar 'ndeso'. Sama sekali tidak mencitrakan kemewahan seperti kata 'plaza', 'mall', 'square', 'park' dan sejenisnya yang kerap dilekatkan di nama-nama pusat perbelanjaan di seantero Jakarta.

    Tulisan nama 'Sarinah' yang menggunakan font berupa huruf sambung yang khas, sejak dahulu tak berubah gayanya. Mungkin di antara kita ada yang coba mengingat di mana huruf sambung semacam itu pernah dilihat, rasanya tak asing. Tentu karena mengingatkan kepada foto naskah asli Proklamasi kemerdekaan Indonesia.

    Ya, itu tulisan tangan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.

    Nama Sarinah diambil dari judul buku berjudul "Sarinah - Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia", yang terbit November 1947. Font judul buku itu meniru tulisan tangan Sukarno, penulis buku tersebut.

    Konon, buku tersebut merupakan hadiah istimewa Sukarno untuk perempuan Indonesia. Isinya merupakan kumpulan bahan pengajaran Bung Karno dalam kursus wanita, sebagai pedoman untuk menjadi wanita revolusioner yang bahagia dan merdeka.

    "Saya namakan kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Ia 'mbok' saya... dari dia, saya banyak mendapat pelajaran mencintai 'orang kecil'. Dia sendiri pun 'orang kecil', tetapi budinya selalu besar!" tulis Bung Karno.

    Saat Bung Karno mengintruksikan untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan berkualitas untuk 'orang kecil' pada 1962, gedung di Jl Thamrin ini pun mulai dibangun. Arsitekturnya karya arsitek Amerika keturunan Skandinavia, Abel Sorensen. Selesai dibangun pada 1967, pusat perbelanjaan itu langsung diresmikan dan diberi nama 'Sarinah' oleh Bung Karno.
    Sarinah, dari Soekarno Hingga Obama & ISIS
    Tak hanya menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, gedung tersebut juga menjadi pencakar langit pertama di Jakarta, dengan tinggi 74 meter dan 15 lantai. Toko Sarinah - begitu penyebutannya dahulu, juga menjadi satu-satunya pusat belanja plat merah alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Mendunia

    Pada November 2010, salah satu landmark Jakarta itu sempat mendunia. Namanya terucap dari mulut Presiden AS Barack Obama saat berpidato di Universitas Indonesia, saat berkunjung ke Indonesia. Ternyata, Obama mencatat 'Sarinah' dalam ingatan masa kecilnya.

    "Yang ada saat saya pindah ke Jakarta hanyalah Sarinah. Kini, bangunan itu menjadi bangunan yang terbilang pendek di sepanjang jalan itu," katanya.

    Ucapan ini secara implisit menyatakan saat Obama berusia enam tahun, Gedung Sarinah memang pencakar langit. Meski kini terbilang pendek, paling tidak nama pusat perbelanjaan ini menyeberang benua.

    Kini, yang mencatat 'Sarinah' dalam ingatannya boleh jadi lebih banyak aparat keamanan dari berbagai negara. Bagaimana tidak, bom yang meledak di 'Sarinah' diklaim oleh organisasi radikal yang tengah menjadi sorotan dunia, yaitu ISIS, sebagai serangannya. Bahkan, area sekitarnya pun menjadi lokasi baku tembak antara teroris dengan aparat keamanan.

    Mengapa para teroris memilih Sarinah sebagai lokasi aksinya? Entahlah, paling tidak 'mantan' pencakar langit itu kini kembali mendunia.

     

    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id