Menkes: Izin Sinovac dari WHO Bukti Vaksin di Indonesia Aman

    Antara - 03 Juni 2021 06:26 WIB
    Menkes: Izin Sinovac dari WHO Bukti Vaksin di Indonesia Aman
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Medcom.id



    Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan validasi penggunaan darurat (Emergency Use of Listing) Vaksin Sinovac dari Organisasi Kesehatan Dunia menandakan pengadaan vaksin di Indonesia memenuhi standar keamanan dunia. WHO memvalidasi penggunaan darurat Vaksin Sinovac melalui siaran pers pada Selasa, 1 Juni 2021.

    "Kami selaku pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use Vaksin Sinovac," kata Budi dalam keterangan tulis di Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

     



    Budi menegaskan pemerintah hanya mengadakan vaksin yang aman, teruji mutunya, dan terbukti khasiatnya. Validasi ini juga menandakan vaksin yang ada dan disediakan pemerintah ialah vaksin terbaik.

    Masyarakat diminta tidak perlu lagi khawatir dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia. Semua jenis vaksin baik untuk mencegah penularan covid-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.

    (Baca: Vaksin Covid-19 Sinovac Disahkan oleh WHO, Kenali Khasiatnya)

    “Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” tegas dia.

    Budi menuturkan dengan penerbitan EUL, pemerintah menyakini WHO memastikan Vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan. Selain itu, mutunya telah teruji karena melewati uji klinis tahap ketiga.

    Vaksin juga digunakan di lebih dari 20 negara di dunia serta berkhasiat atau mempunyai dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa. Budi mengatakan hasil riset juga membuktikan vaksin covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.

    Dia menuturkan Direktur Jenderal WHO juga menyebut penambahan Sinovac ke dalam EUL semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin. Vaksin Sinovac bakal didapatkan melalui Covax Facility, kerja sama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin. WHO juga telah menerbitkan EUL untuk Vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Sinopharm.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id