comscore

Penilaian Ketaatan Media Terhadap KEJ Diusulkan Dibentuk Melalui Algoritma

Fachri Audhia Hafiez - 30 September 2021 16:48 WIB
Penilaian Ketaatan Media Terhadap KEJ Diusulkan Dibentuk Melalui Algoritma
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Dewan Pers didorong membuat protokol audit ketaatan media online atau daring terhadap kode etik jurnalistik (KEJ). Hal ini guna memberikan penilaian kepada media yang taat dan tidak pada KEJ.

"Harus mengembangkan protokol mengaudit ketaatan media terhadap kode etik jurnalistik dan di era digital itu harus dibuat menjadi algoritma," kata mantan Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti dalam diskusi virtual bertajuk 'Memperkuat Insan Pers Melalui UU Pers Nomor 40 Tahun 1999', Kamis, 30 September 2021.
Menurut Bambang, protokol audit itu sudah ditetapkan di Amerika Serikat. Ribuan media diberikan tanda berupa warna untuk membedakan antara yang patuh dan tidak pada KEJ.

Misalnya, merah untuk media yang sering melanggar KEJ. Sedangkan, hijau untuk media yang patuh. Tanda itu muncul ketika mengarahkan kursor di laman internet.

"Di Amerika itu kali ini sudah bisa mengaudit sekitar enam ribu website media dan dikasih kode dengan warna kerja sama Chrome. Bahkan, terakhir juga dengan Microsoft Edge," ujar Bambang.

Bambang mengatakan regulasi di Amerika Serikat itu dinamakan newsguard dan protokol audit ditentukan oleh sejumlah komponen. Sementara itu, di Indonesia dinilai bisa merujuk pada 11 butir KEJ.

Baca: Revisi UU ITE Tak Boleh Mengutak-atik Kemerdekaan Pers

Ketua Dewan Pers M Nuh diharapkan mewujudkan protokol audit tersebut. Dewan Pers juga berperan untuk memberi jawaban tepat kepada media yang tidak puas dengan penilaian buruk dari sistem algoritma itu.

"Sehingga, Dewan Pers tinggal seperti Mahkamah Agung-nya lah. Nanti kalau ada yang tidak setuju dengan algoritma yang otomatis itu, bisa mengajukan banding," kata Bambang.

Dewan Pers, kata Bambang, juga mesti membuat peringkat media berdasarkan ketaatannya pada KEJ. Hal ini guna memudahkan pemantauan Dewan Pers terhada 46 ribu puluhan ribu media massa.

"Saya kira kunci dari Dewan Pers yang diambil adalah memastikan bahwa para wartawan taat pada KEJ," ucap Bambang.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id