Pengendara Jeep Rubicon Penabrak Lena Terancam 5 Tahun Penjara

    Siti Yona Hukmana - 15 Juli 2019 13:32 WIB
    Pengendara Jeep Rubicon Penabrak Lena Terancam 5 Tahun Penjara
    Kecelakaan. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
    Jakarta: PDK, 25, pengendara Jeep Rubicon yang menabrak Lena Marissa di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, terancam lima tahun penjara. Ancaman itu bisa dikenakan jika Lena mengalami luka berat. 

    "Kita belum menerima hasil medis. Visumnya belum ditentukan, apakah ini luka berat atau luka ringan. Kalau misal nanti dalam pemeriksaan luka berat, maka terancam lima tahun penjara," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir di Mapolda Metro Jaya, Senin, 15 Juli 2019. 

    Menurut Nasir, kecelakaan lalu lintas itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pelaku penyebab kecelakaan dapat dikenakan Pasal 310 ayat 3 dan Pasal 310 ayat 2. 

    "Pasal 310 ayat 3 luka berat. Sementara, Pasal 310 ayat 2 luka ringan. Luka berat lima tahun penjara dan luka ringan satu tahun penjara," beber Nasir. 

    Lena yang menjadi panitia lomba lari 10K di Jalan HR Rasuna Said kini dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), Kuningan. Dia mengalami luka lecet pada pipi kiri, dahi kiri, bibir atas, dan hidung. Kepala belakangnya juga memar dan ada luka dalam pada pinggang.

    Kecelakaan terjadi Minggu, 14 Juli 2019, pukul 03.28 WIB. Insiden bermula saat Lena yang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax berpelat B 4983 TSA melaju dari arah selatan ke utara di Jalan HR Rasuna Said. Motor Lena ditabrak dari belakang Jeep Rubicon berpelat B 123 DAA yang dikendarai PDK. 

    PDK dan seorang saksi teman korban, Ayu Anita, membawa Lena ke RS MMC. Namun, PDK kabur setelah mengantar Lena. Dia melarikan diri ke arah Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Sementara itu, lomba lari yang diurus Lena tetap berlangsung di kawasan Epicentrum. Mobil PDK diberhentikan penyelenggara dan masyarakat karena mencoba memasuki kawasan steril kendaraan bermotor.

    Baca: Korban Tertabrak Jeep Merupakan Panitia Lomba Lari

    Jeep Rubicon itu sempat berhenti. Namun, PDK memutuskan kabur dari kawasan Epicentrum.

    Polisi telah mengirimkan surat panggilan ke PDK yang langsung diantar ke di Menteng, Jakarta Pusat. Namun, PDK tak ditemui sehingga surat panggilan dititipkan ke keluarga. 

    Polisi hingga kini menunggu kehadira PDK. Jika sampai tiga hari dari Minggu, 14 Juli 2019, tidak datang untuk pemeriksaan, polisi akan memanggil paksa PDK.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id