Waktu Saya Menhan, Saya Bebaskan Sandera

    M Rodhi Aulia - 25 November 2019 13:34 WIB
    <i>Waktu Saya Menhan, Saya Bebaskan Sandera</i>
    Eks Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
    Jakarta: Sebanyak tiga Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina Selatan. Namun, kelanjutan kabar penyanderaan sejak 20 November 2019 itu belum terlihat.

    "Waktu saya Menhan, saya bebaskan," kata eks Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di sela diskusi kebangsaan rekonsiliasi masyarakat (Rekat), di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin 25 November 2019.

    Dia enggan berkomentar lebih lanjut terkait penyanderaan tiga WNI tersebut. Ketiga WNI itu ialah Samiun Maneu, 27, Maharudin Lunani, 48, dan Muhammad Farhan, 27.

    Mereka diculik kelompok Abu Sayyaf saat melintas di perairan Sabah, Malaysia. Kemudian mereka dibawa paksa ke gugusan Kepulauan Tawi-Tawi di Filipina bagian selatan dan kemudian ke markas kelompok Abu Sayyaf di Jolo.

    Kelompok ini siap membebaskan ketiga WNI tersebut. Namun, mereka meminta uang tebusan tebusan sebesar 30 juta Peso atau setara dengan Rp8,3 miliar.

    Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengaku pihaknya tengah berupaya membebaskan tiga WNI tersebut. Pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina.

    "Pemerintah RI terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina untuk upaya pembebasan para sandera WNI tersebut," kata Judha, Jumat 22 November 2019.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id