Nasib FPI Masih Menggantung

    Media Indonesia - 26 November 2019 08:14 WIB
    Nasib FPI Masih Menggantung
    Mendagri Tito Karnavian. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian belum mengeluarkan perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI). Tito mengaku masih mengkaji rekomendasi yang sudah diterima dari Kementerian Agama. 

    "Ya, ada kami terima rekomendasi seperti itu (untuk perpanjangan SKT FPI)," ujar Tito seusai acara penganugerahan Ormas Award 2019 di Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Kemendagri juga masih membahas masalah izin FPI dengan Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) agar ada kesepakatan lintas sektoral.

    Tito ingin semua ormas bisa berkolaborasi dengan negara. Ia mencontohkan jika kementerian-kementerian yang tidak memiliki penggerak kebijakan di masyarakat, bisa menggunakan ormas. Anggaran kebijakan tersebut berasal dari Kementerian.

    "Contohlah Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, nah ini bisa merangkul teman-teman ormas untuk bergerak di bidang itu," ujar Tito.

    Menurut Tito, ormas bisa menjadi 'kaki' yang menggerakkan program kementerian ke lapangan. ''Tapi tidak berarti mengooptasi. Daya kritis terhadap pemerintah tetap harus ada.''

    Pemulangan Rizieq

    Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi mengatakan Indonesia dan Arab Saudi masih menegosiasikan kepulangan pemimpin FPI Rizieq Shihab. Rizieq sebelumnya mengaku dicekal di Arab Saudi dan tak bisa pulang ke Tanah Air.

    "Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh otoritas tinggi kedua negara dan kami berharap ini segera bisa diselesaikan," ujar Esam Abid di Kantor Kemenko Polhukam.

    Esam mengatakan negosiasi tak melibatkan Rizieq. Negosiasi hanya dilakukan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Esam pun menolak menanggapi pernyataan Rizieq yang mengaku dicekal.

    "Saya tidak bisa bicara apa pun karena ini sedang dinegosiasikan secara mendalam oleh kedua otoritas, antara Arab Saudi dan Indonesia," jelas Esam.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id