Sembilan Kontainer Limbah Plastik Dipulangkan ke Australia

    Candra Yuri Nuralam - 18 September 2019 17:32 WIB
    Sembilan Kontainer Limbah Plastik Dipulangkan ke Australia
    Ilustrasi- Pekerja memilah limbah plastik sebelum diolah menjadi biji plastik di salah satu perusahaan pengolahaan limbah plastik di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/7/2019). ANT/M Kanwa.
    Jakarta: Bea Cukai bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengembalikan sembilan kontainer limbah plastik dari PT HI yang berasal dari Australia. Limbah sampah ini tidak sesuai aturan yang berlaku. 

    "Kami menemukan sisa makanan dan air yang mengalir begitu diperiksa," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi di Terminal Peti Kemas, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 18 September 2019.

    Heru mengatakan PT HI awalnya mengimpor sebanyak 102 kontainer berisi plastik. Sebanyak 23 kontainer dinyatakan terkontaminasi limbah B3. Dari 23 kontainer itu, sebanyak sembilan kontainer telah dikembalikan. 

    "Dan sembilan yang baru akan dikembalikan ke negara asal sedangkan 79 kontainer itu dinyatakan memenuhi syarat atau bersih dan tentunya diberikan izin untuk diproses lanjut," ujar Heru.

    Heru mengatakan temuan itu merupakan hasil investigasi gabungan Bea Cukai dan KLHK di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Tanjung Priok, dan Tangerang. Operasi gabungan dilakukan pada 14, 15, dan 29 Agustus 2019.

    Bea Cukai mendalami dugaan kesengajaan pengiriman sampah plastik yang tak sesuai aturan ini. Bea Cukai tak segan meneruskan masalah ini ke pengadilan internasional jika menemukan bukti.

    "Nanti saat sudah investigasi kalau memang menyalahi hukum dia terbukti masuk ke pengadilan tentunya kita menyerahkan ke pengadilan (internasional)," ujar Heru.

    Biaya pengiriman sembilan kontainer itu akan ditanggung PT HI. Bea cukai juga menindak dua perusahaan lain yakni PT NHI dan PT ART. Keduanya mengirimkan limbah yang tak sesuai aturan.

    "PT NHI mengimpor 138 kontainer berisi chip, biji plastik PET, dan staple fibre. Setelah diperiksa terungkap 109 kontainer terkontaminasi sampah dan bahan B3. Dari seluruhnya, 80 kontainer berasal dari Australia, 22 kontainer dari Inggris Raya, empat kontainer dari Amerika Serikat, dan tiga kontainer dari Selandia Baru," ujar Heru.

    Sedangkan dari PT ART Bea Cukai menemukan 24 kontainer berisi biji plastik yang tidak dilengkapi dokumen persetujuan impor. Seluruh kontainer itu diimpor PT ART dari sejumlah negara.

    Dari hasil pemeriksaan, sepuluh kontainer di antaranya ternyata juga mengandung limbah B3. Total ada 156 kontainer berisi plastik yang akan dipulangkan ke negara asalnya.

    "Bea cukai langsung membekukan izin kawasan berikat PT ART," tegas Heru.

    Saat ini, Bea cukai baru akan mengirimkan kembali sembilan kontainer sampah tak layak pakai milik PT HI. Sisanya, akan segera dikembalikan secepatnya.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id