Pengemis Jaksel Mampu Nabung Rp108 Juta dalam 2 Tahun

    Antara - 30 November 2019 14:24 WIB
    Pengemis Jaksel Mampu <i>Nabung</i> Rp108 Juta dalam 2 Tahun
    Petugas Dinas Sosial DKI Jakarta menangkap gelandangan dan pengemis (gepeng) di Monas, Jakarta Pusat. Foto: MI/Arya Manggala
    Jakarta: Pengemis, Mukhlis, 65, kedapatan mengantongi Rp194,5 juta dalam razia di Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam dua tahun beroperasi di Ibu Kota, dia bisa menabung hingga Rp108,5 juta.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Suku Dinas (Sudin) Sosial Jaksel, Mursidin, menerangkan pada 2017, Mukhlis pernah berurusan dengan petugas. Kala itu, dia memiliki uang Rp86 juta. 

    "Sewaktu (2017) dilakukan pembinaan yang bersangkutan mengaku ada keluarganya, akhirnya datang keluarga menjemput membuat surat penyataan untuk tidak mengemis mengganggu ketertiban umum dan lain-lain," kata Mursidin seperti diberitakan Antara, Sabtu, 30 November 2019.

    Menurut dia, kakek asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, itu terjaring razia yang digelar sejak Kamis, 28 November 2019, hingga Jumat, 29 November 2019. Operasi ini menargetkan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

    Manusia silver, anak jalanan, ondel-ondel, hingga pengemis penyandang disabilitas ditangkap petugas. Kakek Mukhlis, salah satunya. Petugas, kata dia, memang sudah memantau tingkah Mukhlis dalam tiga bulan terakhir. 

    "Saya juga kerap mendapat laporan kakek Mukhlis sering mengemis di kantor bank, dengan menunggu di depan pintu," jelas Mursidin.    

    Ketika hendak dibekuk, Mukhlis sempat bersembunyi demi menghindari razia petugas. Dari pemeriksaan, petugas menemukan fulus tebal di dalam tasnya. Uang itu selalu dia bawa saat mengemis. 

    Sementara itu, Sudin Sosial menegaskan razia dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum. Kawasan lampu merah, trotoar, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya tidak boleh jadi tempat mangkal PMKS.

    Mursidin menyebut PMKS yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan mental serta agama. Dua berharap mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi.

    Di sisi lain, Mursidin berharap masyarakat tidak menyumbang di jalan. Langkah semacam ini, kata dia, malah bakal mengundang PMKS terus turun ke jalan.
        
    "Memberikan di jalan-jalan tidak mendidik. Salurkanlah sumbangan itu ke lembaga sosial yang resmi, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), dan lainnya," kata Mursidin.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id