Perubahan Gaya Hidup Masyarakat pada Era Normal Baru

    Gervin Nathaniel Purba - 04 Agustus 2020 22:34 WIB
    Perubahan Gaya Hidup Masyarakat pada Era Normal Baru
    Gaya hidup masyarakat Indonesia mengalami perubahan sejak dimulainya era normal baru (Foto:MI/Pius Erlangga)
    Jakarta: Gaya hidup masyarakat Indonesia mengalami perubahan sejak dimulainya era normal baru (new normal). Pandemi virus korona (covid-19) mendorong perubahan terhadap berbagai aspek. 

    Zanroo Indonesia dalam risetnya yang dilakukan pada 16 hingga 30 Juni 2020 menyebutkan, masyarakat Indonesia telah beradaptasi dengan mengubah beberapa kebiasaan. Dari kesadaran pola hidup bersih, meningkatkan daya tahan tubuh, mengantre masuk tempat wisata atau toko, dan membawa bekal saat beraktivitas di luar rumah. 

    Kesadaran untuk mengantre masuk ruangan karena bagian dari protokol kesehatan untuk menjaga jarak dan membatasi jumlah pengunjung di ruang publik. Misalnya, Jakarta Aquarium telah menerapkan layanan private journey.

    "Layanan tersebut sekaligus mengatur jumlah pengunjung dan waktu kunjungan agar wisatawan tidak berdesakan," ujar Zanroo Indonesia, dikutip dari keterangan risetnya.

    Lalu, masyarakat juga sadar bahwa dengan membawa bekal sendiri lebih higenis dan ekonomis ketimbang membeli makanan di luar. Sebuah utasan menjadi viral di Twitter tentang tips membuat bekal yang sehat dan mudah yang mendapatkan respons positif dari warganet yang terinspirasi.

    Sementara itu, masyarakat Indonesia melakukan kegiatan alternatif pada normal baru. Misalnya, sepeda yang kembali menjadi tren dan menjadikannya sebagai transportasi alternatif. 

    "Sepeda menjadi alternatif yang dirasa aman digunakan menuju kantor daripada menggunakan transportasi publik di masa pandemi ini," katanya.

    Walaupun menjadi alternatif, Zanroo Indonesia mengingatkan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan sepeda ke kantor, yaitu jarak dari rumah ke kantor tidak terlalu jauh, membawa barang seminimal mungkin, dan tidak memiliki risiko kesehatan (penyakit pernapasan).

    Kemudian, masyarakat Indonesia juga menerapkan pengalaman berbelanja baru dengan online (daring). Tokopedia mencatat, 30 persen konsumen lebih memilih belanja secara daring.

    Sedangkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kenaikan intensitas aktivitas e-commerce sebesar 69 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hal ini juga mendorong nilai transaksi sebesar 18 persen dalam periode yang sama. 

    Perubahan sikap konsumen ini mendorong e-commerce untuk menjaga momentum dengan memberikan promo dan diskon pada barang-barang yang sekiranya dibutuhkan. Akan tetapi saat memasuki normal baru, Head of Ipsos Strategy Indonesia mengatakan ada aspek belanja ritel dan offline shopping yang masih tidak tergantikan.

    Kemudian akan mendorong paling tidak sebagian konsumen kembali berbelanja secara offline seperti mall culture di Indonesia. Banyak toko di mal mengadakan diskon dan tampak pengunjung mengantre untuk masuk dan berbelanja di toko tersebut.

    Normal baru juga mendorong masyarakat menggunakan transaksi non tunai. Hal ini bisa dilihat dari transaksi pada Juni mulai meningkat. Contohnya, transaksi e-Money Bank Mandiri. 

    Seiring dengan dimulainya fase satu dan dua pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), transaksi e-Money hingga 15 Juni 2020 meningkat sebesar 42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

    Peningkatan tersebut sebagai efek penggunaan uang elektronik (e-money) untuk mengurangi potensi penyebaran covid-19 dari pertukaran uang kertas maupun koin. 

    Selain itu, banyak masyarakat menggunakan OVO untuk membayar tagihan listrik, internet, TV kabel, paket data, dan membayar transportasi daring.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id