Komnas Perempuan Sayangkan Dugaan Perkosaan di UGM Berakhir Damai

    Candra Yuri Nuralam - 07 Februari 2019 09:03 WIB
    Komnas Perempuan Sayangkan Dugaan Perkosaan di UGM Berakhir Damai
    Ketua Komnas Perempuan, Azriana. Foto: Medcom.id/Candra.
    Jakarta: Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Azriana menyayangkan kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa mahasiswi UGM berakhir damai. Kasus itu harusnya dibawa ke ranah hukum.

    "Pihak kampus merujuk pada KUHP. Alasannya tidak ada penetrasi penis ke vagina,"  kata Azriana, Rabu, 6 Februari 2019.
     
    Azriana mengatakan, tidak dibawanya kasus itu ke ranah hukum membuat korban trauma. Korban akan menerima hujatan di lingkungan sekitar. "Perempuan yang jadi korban kekerasan seksual menjadi perhatian masyarakat,” ujar Azriana.
     
    Menurutnya, tidak adanya payung hukum pelecehan seksual menjadi celah yang merugikan korban. Azriana berharap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) segera disahkan demi melindungi korban.

    Baca: Kasus Dugaan Pemerkosaan di UGM Berakhir Damai

    Jika RUU PKS disahkan, kasus yang menimpa siswi UGM bisa masuk kategori eksploitasi seksual. RUU PKS akan melindungi perempuan dari perilaku seks di luar nikah, perempuan yang ditinggal laki-laki dalam keadaan hamil, pemaksaan hubungan seksual, prostitusi online dan kondisi tertentu di mana perempuan tidak bisa ditinggal suami.
     
    “Kita berharap dengan adanya RUU Ini enggak ada lagi kasus-kasus kekerasan seksual yang tidak ditindaklanjuti ke proses hukum. Supaya korbannya jangan seperti mahasiswi UGM itu," tutur Azriana.

    Seperti diketahui, Rektorat UGM dengan terduga pelaku HS dan korban N melakukan kesepakatan perdamaian atas kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi saat KKN di Maluku pada 2017. Perdamaian dilakukan dengan pembuktian tanda tangan surat bermaterai.
     
    Pihak UGM berjanji menanggung biaya kewajiban konsultasi psikologis bagi HS dan N. UGM mengklaim akan menanggung biaya kuliah N andai beasiswa Bidikmisi yang diterima sudah tidak cair, termasuk kebutuhan sehari-hari.
     



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id