Populer Nasional: Kebejatan Penyidik KPK Hingga Ajakan Jokowi Soal Perubahan Iklim

    Yogi Bayu Aji - 23 April 2021 06:57 WIB
    Populer Nasional: Kebejatan Penyidik KPK Hingga Ajakan Jokowi Soal Perubahan Iklim
    Ketua KPK Firli Bahuri merilis kasus pemerasan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeras pejabat daerah sama bejatnya dengan koruptor. Hal itu diungkapkan merespons kasus suap penyidik KPK asal Polri Stefanus Robin Pattuju.

    Robin meminta uang Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk menutupi kasus dugaan korupsi di Lembaga Antirasuah. Polisi dan KPK kemudian menangkap Robin pada Selasa, 20 April 2020. 






    IPW meminta KPK memperlakukan Robin selayaknya koruptor. Pelaku harus memakai rompi oranye serta dipajang di depan media massa. 

    "Jangan sampai AKP SR (Robin) hanya dikenakan sidang etik dan kembali aktif menjadi polisi. Padahal kejahatan yang diduga dilakukannya telah menghancurkan kepercayaan publik pada KPK dan lebih bejat dari koruptor itu sendiri," kata Neta dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 April 2021. 

    Baca: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dibidik KPK

    Artikel terkait kasus suap penanganan perkara ini menjadi berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Pembaca juga menyoroti kabar Dandim 0501/Jakarta Pusat BS, Kolonel Inf Luqman Arief, meningkatkan patroli bersama Polres Jakarta Pusat untuk mencegah tawuran.

    "Kalau ada tawuran langsung kita tangkap. Jangan ada sampai ada isu tawuran gara-gara barang masuk," kata Luqman di Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 24 April 2021.
     
    Kodim bersama Polres Metro Jakarta Pusat juga telah membuat forum antitawuran di lokasi rawan, seperti Johar Baru. Masyarakat dapat berkumpul, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan.

    Berita populer selanjutnya, yakni Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Jokowi mengajak pemimpin dunia mengambil aksi-aksi nyata.

    Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, Jokowi menegaskan penanganan perubahan iklim menjadi kepentingan nasional Indonesia. Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir.
     
    "Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia. Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas," ujar Presiden Jokowi dalam KTT Perubahan Iklim, Kamis, 22 April 2021.

    Kabar soal kasus suap penyidik KPK hingga Presiden Jokowi masih terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id