Pemerintah Diminta Rutin Gelar Tes Swab Massal

    Yogi Bayu Aji - 06 Oktober 2020 21:54 WIB
    Pemerintah Diminta Rutin Gelar Tes <i>Swab</i> Massal
    Warga mengikuti test swab covid-19 di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Pemerintah diminta rutin menggelar tes swab massal bagi masyarakat untuk mendeteksi covid-19. Pasalnya, pemeriksaan ini diperlukan untuk mencegah penularan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

    Bendahara Umum OK OCE Indonesia Rahmat Agustiar menyebut pemeriksaan kesehatan secara mandiri masih sulit dilakukan masyarakat. Selain khawatir diisolasi, warga dibayangi biaya tinggi tes swab. Pemerintah menetapkan harga tes swab maksimal Rp900 ribu.

    "Kalau ada gejala yang mencurigakan, sebaiknya kita langsung periksa ke rumah sakit," ungkap Rahmat dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Menurut dia, pemerintah perlu turun ke lapangan agar masyarakat dapat tetap mengetahui kondisi tubuhnya. Di sisi lain, dia mengajak publik tetap menjaga kondisi tubuh serta mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus korona.

    Rahmat menekankan masalah ini lantaran ikut tertular virus yang menyerang sistem pernapasan ini. Dia mengaku sejatinya sudah mengikuti protokol kesehatan, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan, maupun menjaga jarak.

    Pengusaha muda itu bercerita awal mula dirinya terpapar covid-19 ketika merasakan ada hal berbeda saat suatu pagi. Dia merasa tidak enak badan dan memiliki sejumlah gejala mirip flu. Hidungnya mampet, sedangkan lidahnya mati rasa.

    Dia segera memeriksakan diri ke dokter dan menjalani tes swab. Dokter menyatakan dirinya positif terinfeksi covid-19. Dia kaget menerima kabar buruk itu. Namun, dia tak mau berlama-lama bersedih.

    Rahmat segera mengikuti perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sejumlah prosedur dijalaninya selama lebih dari dua pekan. Rahmat akhirnya dinyatakan sehat dan bebas covid-19 oleh tim medis.

    Baca: 1.007 Orang Jadi Pasien Baru Covid-19 di DKI

    "Saya pikir karena usia saya masih 26 tahun, (setelah) 15 hari perawatan saya sembuh dari covid-19," imbuh dia.

    Untuk itu, dia menekankan hal paling terpenting selama masa darurat kesehatan ini ialah menjalani protokol kesehatan. Selain itu, warga diharap memedulikan kesehatannya. 

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id