Survei: 45,4% Puskesmas Belum Terlatih Tangani Pandemi

    Theofilus Ifan Sucipto - 05 November 2020 16:24 WIB
    Survei: 45,4% Puskesmas Belum Terlatih Tangani Pandemi
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Sebanyak 45,4 persen pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Indonesia belum terlatih menangani pasien virus korona (covid-19). Hal itu diungkap dalam survei Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) yang dilakukan pada 14 Agustus hingga 7 September 2020.

    “(Sebanyak) 45,4 persen puskesmas belum mendapatkan pelatihan tentang pengendalian dan pencegahan infeksi untuk layanan di masa pandemi,” kata Direktur Kebijakan CISDI, Olivia Herlinda, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 5 November 2020.

    Olivia menyebut kemampuan melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi dapat dinilai melalui sejumlah indikator. Yakni akses pada pelatihan, kesiapan fasilitas, kecukupan alat pelindung diri (APD), hingga penerapan protokol kesehatan di puskesmas.

    Hasilnya, ada 62 persen puskesmas responden yang memiliki standar operasional prosedur (SOP) penggunaan APD dalam melayani pasien. Sementara itu, fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di 18,5 persen puskesmas responden belum mencukupi.

    “Masih banyak puskesmas yang memiliki keterbatasan fasilitas serta penerapan protokol kesehatan sehingga puskesmas berpotensi menjadi sumber penularan covid-19,” ujar Olivia.

    Baca: Puskesmas Perlu Diperkuat Sebagai Fondasi Penanganan Covid-19

    Meski begitu, kata Olivia, sejumlah puskesmas berupaya sebisa mungkin menekan penularan covid-19. Sebanyak 91 persen puskesmas responden telah menerapkan jaga jarak minimal satu meter antarpasien di ruang tunggu. Kemudian 78 persen puskesmas responden rutin menyemprotkan disinfektan.

    “Kemudian 71 persen puskesmas responden memiliki sistem ventilasi yang baik dan 70 persen puskesmas responden memasang pembatas akrilik pada loket,” terang dia.

    Olivia menyebut kemampuan puskesmas memastikan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi covid-19 sangat krusial. Sehingga, keselamatan pasien dan tenaga kesehatan betul-betul terjamin saat berada di puskesmas.

    Survei dilakukan secara daring pada 14 Agustus hingga 7 September 2020 dan melibatkan 765 responden dari 647 puskesmas di 34 provinsi seluruh Indonesia. Profesi responden terbanyak yakni dokter umum sebanyak 24,73 persen, perawat 23,03 persen, dan tenaga promosi kesehatan 12,67 persen.

    Jumlah responden terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak 12,83 persen, Jawa Timur 12,67 persen, serta Sulawesi Selatan 9,89 persen. Kemudian Jawa Tengah 7,88 persen dan DKI Jakarta 6,34 persen.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id