Empat Petugas Medis PP Muhammadiyah Diduga Dianiaya Polisi

    Kautsar Widya Prabowo - 14 Oktober 2020 13:29 WIB
    Empat Petugas Medis PP Muhammadiyah Diduga Dianiaya Polisi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Empat anggota Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau MDMC diduga dianiaya aparat kepolisian. Mereka dianiaya saat petugas membubarkan massa aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Selasa, 13 Oktober 2020.

    "Empat relawan MDMC ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang," kata Ketua Relawan MDMC, Budi Setiawan Budi Setiawan, melalui keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Budi mengungkap kronologis tindak kekerasan terhadap petugas medis yang ditugaskan berjaga di depan Apartemen Fraser Menteng, yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah tersebut.

    Menurut dia, petugas media saat itu bersiaga mengevakuasi korban yang membutuhkan pertolongan. Namun, kurang lebih selepas magrib, rombongan Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya dari arah Cikini tiba-tiba mendatangi relawan tersebut.

    Tanpa aba-aba, kata dia, aparat tersebut melakukan kekerasan terhadap petugas medis yang berjaga. Bahkan, sejumlah warga yang berada di lokasi juga mendapat tindakan serupa.

    Budi menyebut empat relawan MDMC yang mengalami kekerasan berhasil diselamatkan saat hendak diseret ke mobil polisi. Keempatnya langsung mendapatkan perawatan dari tim kesehatan Muhammadiyah.

    "Saat ini empat relawan yang berasal dari MDMC Bekasi dilarikan ke RSIJ Cempak Putih untuk di tangani lebih lanjut," kata dia.

    Baca: Polisi Tembaki Ambulans karena Menolak Dihentikan

    Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membantah petugas menganiaya relawan MDMC. Menurut dia, aparat di lapangan hanya menangkap orang-orang yang berada di ambulans tersebut.

    "Enggak ada (penganiayaan relawan MDMC). Suruh tanya dia saja. Enggak ada itu," tegas Yusri kepada Medcom.id.

    Sebelumnya, video penembakan mobil ambulans berudarasi 23 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebuah mobil ambulans yang berada di lokasi unjuk rasa penolakan UU Ciptaker ditembaki oleh anggota polisi menggunakan gas air mata.
     
    Ambulans tampak berjalan mundur dengan pintu depan dan pintu belakang terbuka. Ambulans tersebut kemudian tancap gas untuk menghindari tembakan gas air mata.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id