Seberapa Bahaya Varian Virus Korona E484K? Ini Penjelasan Eijkman

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 07 April 2021 13:17 WIB
    Seberapa Bahaya Varian Virus Korona E484K? Ini Penjelasan Eijkman
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Virus korona varian E484K atau Eek yang tengah menyebar luas di Jepang ditemukan di DKI Jakarta. Salah seorang warga diketahui terpapar varian E484K dan dirawat di sebuah rumah sakit di DKI.

    Pasien yang tak disebutkan namanya itu dipastikan telah sembuh. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memastikan pasien tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.






    Lalu seberapa bahaya varian E484K? Berikut penjelasan ahi dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman:

    1. Belum terbukti mengakibatkan gejala berat

    Virus korona varian E484K atau Eek belum terbukti memberikan dampak gejala berat bagi pasien yang terinfeksi. Bukti ilmiah terhadap temuan gejala pada varian baru itu masih lemah.

    "Bahwa memang dia (E484K) menyebabkan gejalanya tambah berat atau menyebabkan kematian lebih cepat misalnya, belum ada bukti yang kuat," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, kepada Medcom.id, Rabu, 7 April 2021.

    2. Berpotensi meningkatkan penularan

    Meski belum terbukti mengakibatkan gejala berat, aktivitas mutasi virus berpotensi meningkatkan penularan. Aktivitas mutasi virus juga dikhawatirkan menghilangkan antibodi setelah divaksinasi.
     
    "Dengan adanya mutasi itu dia memiliki aktivitas yang lebih tinggi. Sehingga, dikhawatirkan bisa meningkatkan penularan," ujar Amin.

    3. Sedang diteliti

    Amin mengatakan sejumlah laboratorium di berbagai negara juga tengah meneliti varian Eek ini, termasuk LBM Eijkman.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id