Gebyar Layang-layang Batik Kemendes PDTT Pecahkan Rekor Dunia

    Juven Martua Sitompul - 06 Oktober 2020 19:51 WIB
    Gebyar Layang-layang Batik Kemendes PDTT Pecahkan Rekor Dunia
    Gebyar layang-layang batik (Gelatik) 2020 Kemendes PDTT. Dokumentasi Humas Kemendes PDTT.
    Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar rangkaian peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2020. Salah satu giatnya, yaitu gebyar layang-layang batik (Gelatik) 2020 dengan tema 'Dari Pendamping Desa, Untuk Indonesia'.

    Gelatik ini merupakan aksi penerbangan layang-layang batik secara daring dan serentak di 297 Kabupatan/Kota di 33 provinsi. Acara ini melibatkan 315 tim dengan perkiraan jumlah peserta mencapai enam ribu. Peserta merupakan tenaga pendamping profesional desa.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan pendamping profesional desa di semua tingkatan menunjukkan prestasi yang membanggakan. Kerja mereka dinilai luar biasa bagi kepentingan melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa melalui Gelatik 2020.

    "Saya tidak membayangkan para pendamping desa memberikan kejutan yang luar biasa dengan menerbangkan layang-layang di tempat terbanyak di 297 Kabupatan/Kota di 33 provinsi dengan melibatkan 315 tim," kata Abdul, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Doktor Honoris Causa dari UNY ini berharap Gelatik menjadi even tahunan dan menetapkan 2 Oktober menjadi Hari Gelatik Desa. Bahkan, kata dia, tahun depan para peserta Gelatik nantinya diberikan gelar juara.

    "Ini momentum bagus karena batik belum hilang dari bumi nusantara karena batik merupakan warisan nenek moyang kita yang telah diakui oleh UNESCO sebagai peninggalan budaya dunia tak benda karena miliki filosofi yang sangat mendalam," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

    Usai memberi sambutan, Abdul bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah, Plt Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Eselon I, dan II beranjak memulai proses penerbangan layang-layang berbatik.

    Baca: Gerakan Pakai Batik Sebulan Kemendes Diharap Meningkatkan Jumlah Produksi

    Abdul yang mengenakan topi motif batik dan sarung tangan warna hitam kemudian menerbangkan layang-layang batik itu setelah sebelumnya Nyai Lilik yang melepaskan layang-layang tersebut. Meski cuaca sedang terik, Abdul terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut.

    Plt Sekjen Taufik Madjid dan Pejabat Eselon I seperti Dirjen PKP Harlina Sulistyorini, Dirjen PDTU Aisyah Gamawati, dan sejumlah pejabat lainnya juga terlihat menikmati menerbangkan layang-layang batik.

    Setelah itu, Triyono dari Museum Rekor Indonesia yang hadir dan melakukan verifikasi untuk Gelatik 2020 sesuai dengan Visi Misi Museum Rekor Dunia Indonesia, pembudayaan Indonesia harus terus digelorakan.

    "Jangan malu dengan budaya kita sendiri karena itu merupakan identitas kita," kata Triyono.

    Triyono mengatakan, Gelatik 2020 ini telah pecahkan Rekor dunia dengan kategori siaran langsung menerbangkang layang-layang secara daring di tempat terbanyak. Kegiatan ini diapresiasi karena di bawah koordinasi Mendes budaya lokal bisa diangkat dan berdampak bagi ekonomi masyarakat desa.

    Abdul saat menerima plakat ini secara tegas mengucapkan terima kasih atas partisipasi para tenaga pendamping profesional desa yang ikut menyukseskan gelaran Gelatik 2020. Diumumkan juga 20 pemenang peserta terbaik yang ikut serta dalam Gelatik 2020 tersebut.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id