Jaga Kerahasiaan, Dokumen Kependudukan Tak Perlu Diunggah ke Medsos

    Aria Triyudha - 11 Mei 2021 03:51 WIB
    Jaga Kerahasiaan, Dokumen Kependudukan Tak Perlu Diunggah ke Medsos
    Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh/MI/Rommy Pujianto.



    Jakarta: Masyarakat dan berbagai instansi diminta lebih berhati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi. Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh meminta data tak disebar ke area publik.

    "Seluruh elemen masyarakat wajib menjaga kerahasiaan data pribadi. Maka saya mohon betul masyarakat untuk tidak mengunggah dokumen kependudukan di media sosial (medsos)," kata
    Zudan dalam keterangan tertulis, Senin,10 Mei 2021.

     



    Pernyataan Zudan merespons laporan masyarakat tentang fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK) yang dijadikan pembungkus gorengan. Akun Twitter @ismailfahmi memperlihatkan fotokopi KK yang dijadikan bungkus makanan angkringan, pada Sabtu, 8 Mei 2021.

    "Buat yang fotokopi KK dan/atau KTP-el pastikan tidak ada extra copy seperti ini," kata Zudan.

    Ia berpesan kepada lembaga atau instansi yang menggunakan fotokopi dokumen kependudukan memusnahkan kelebihan copy dokumen. Pemusnahan disarankan dengan mesin penghancur dokumen sehingga tak bisa digunakan kembali.

    "Jangan dibuang begitu saja, sehingga bisa dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Zudan.

    Dia menyebut dokumen kependudukan rentan disalahgunakan. Zudan meminta Dinas Dukcapil kabupaten/kota bekerja sesuai Permendagri Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Dokumen Kependudukan.

    "Pendokumentasian berkas permohonan layanan disimpan dan diarsipkan untuk kemudian dimusnahkan jika sudah masuk masa retensinya. Untuk berkas manual, saya minta agar dikonversikan ke dalam bentuk digital sebelum dimusnahkan," kata dia.

    Zudan menyarankan kepada lembaga pengguna data Dukcapil agar tidak perlu memfotokopi dokumen kependudukan, seperti KTP-el dan KK sebagai syarat pelayanan.

    "Gunakan card reader, atau bagi instansi yang belum bekerja sama segera mengajukan permohonan pemanfaatan data kependudukan kepada Dinas Dukcapil terdekat," ujarnya.

    Begitu pun untuk pelayanan permohonan dokumen kependudukan, Zudan juga memerintahan jajaran Dinas Dukcapil kabupaten/kota tidak ada lagi meminta berkas foto copy kepada pemohon karena pelayanan Adminduk dilakukan secara online.

    Zudan mengaku sudah menurunkan tim untuk meneliti asal fotokopi KTP dan KK yang dijadikan bungkus jajanan. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id