Identifikasi Korban dengan Sampel DNA Jadi Pilihan Akhir

    Kautsar Widya Prabowo - 13 Januari 2021 13:44 WIB
    Identifikasi Korban dengan Sampel DNA Jadi Pilihan Akhir
    Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
    Jakarta: Indonesia Automatic Fingerprint Identification Syatem (Inafis) Polri menyebut identifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 melalui sampel DNA keluarga korban menjadi pililihan terakhir. Proses identifikasi tersebut akan memakan waktu lama.

    "Paling cepat (identifikasi dengan sampel DNA) tiga hari, tapi setau saya bisa memakan waktu seminggu sampai 10 hari," ujar Kepala pusat Inafis Brigjen Hudi Suryanto, dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri (RS) Polri, Selasa, 12 Januri 2021.

    Hudi mengatakan sejauh ini Tim Inafis Polri telah mengindentifikasi empat korban melalui sidik jari. Sebab, sejumlah bagian tubuh korban yang diterima dimungkinkan terindentifikasi melalui sidik jari.

    "Artinya begini, kalau sudah tidak pakai sidik jari, baru pakai dna, karena dna itu butuh waktu lama, sementara sidik jari hitungan menit saja," tuturnya.

    Baca: Sampel DNA Korban Sriwijaya SJ-182 Harus Dipastikan Steril

    Dia mengatakan proses identifikasi dari sidik jari dilakukan melalui proses pencocokan sidik jari korban dengan data kependudukan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga, kecepatan proses identifikasi sidik jari juga dipengaruhi kelengkapan dokumen kependudukan.

    "Begitu jenazah kita periksa sidik jarinya, kita tempelkan hitung menit saja udah keluar, tapi tergantung juga data base nya, kalau database di Dukcapil kuat, itu juga langsung konek," katanya.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id