Menewaskan 1 Orang, Pelaku Tawuran di Bekasi dan Jaktim Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 02 Agustus 2021 16:27 WIB
    Menewaskan 1 Orang, Pelaku Tawuran di Bekasi dan Jaktim Ditangkap
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Polisi menangkap pelaku tawuran antargeng motor di dua lokasi, yakni Bekasi dan Jakarta Timur (Jaktim). Tawuran di dua tempat itu masing-masing menewaskan satu orang.  

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tawuran antargeng motor pertama terjadi di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 11 Juli 2021, pukul 02.30 WIB . Tawuran terekam gawai dan viral di media sosial. 

     



    "Ada sembilan orang kita amankan, dari sembilan ada lima anak di bawah umur," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 2 Agustus 2021. 

    Yusri tidak menyebut waktu dan lokasi penangkapan. Dia mengatakan penyidik telah mengirimkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan beberapa waktu lalu. Polisi akan melimpahkan tahap II jika berkas dinyatakan lengkap atau P21.

    Keempat tersangka berinisial S, ACW, MHP, dan RFR. Identitas lima tersangka lainnya tidak disebutkan karena anak di bawah umur. 

    Yusri membeberkan peran keempat tersangka. S merupakan pembacok korban menggunakam celurit, ACW pembawa senjata tajam bersama S saat mengejar korban, MHP perekam aksi tawuran, dan RFR joki dan pengejar korban menggunakan sepeda motor. 

    Baca: Tidak Terima Ditegur, Tawuran Antarwarga di Sawah Besar Pecah

    "Korban jatuh, dilakukan pembacokan oleh S," ujar Yusri.

    Penyidik masih memburu enam tersangka lainnya. Polisi telah mengantongi identitas keenam orang itu dan telah dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO).

    Kasus tawuran antargeng motor kedua terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur sekitar pukul 03.00 WIB pada Senin, 19 Juli 2021. Tawuran ini mengakibat seorang meninggal.

    "Korban J, anak di bawah umur. Ada empat tersangka, satu tersangka anak di bawah umur," ujar Yusri. 

    Inisial ketiga tersangka selain anak di bawah umur ialah HP, TM, dan SDC. Yusri menyebut penyidik masih mengejar pelaku lain. 

    Modus operandi aksi tawuran geng motor di Bekasi dan Jakarta Timur sama. Mereka saling mengejek di media sosial dan bertemu di suatu lokasi untuk berkelahi. 

    "Mereka tidak segan-segan membunuh untuk mengangkat derajat gengnya," ungkap Yusri. 

    Polisi terus berpatroli di dunia maya guna mengantisipasi kejadian serupa. Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 358 KUHP tentang Penyerang atau Perkelahian. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id