TWK Pegawai KPK Disebut Harga Mati

    M Sholahadhin Azhar - 26 September 2021 07:36 WIB
    TWK Pegawai KPK Disebut Harga Mati
    Ilustrasi pegawai KPK/Istimewa



    Jakarta: Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberikan putusan terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Masyarakat diminta tak terprovokasi opini yang bertentangan dengan kedua lembaga tinggi itu.

    “Masyarakat tidak boleh terprovokasi oknum-oknum yang berniat untuk melemahkan KPK atau yang berniat tidak baik untuk menghambat pemberantasan korupsi,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia Ginka Febriyanti Ginting kepada wartawan, Sabtu, 25 September 2021.

     



    Menurut dia, keputusan MK yang menolak permohonan uji materi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, terkait Pasal 68B Ayat 1 dan Pasal 69C yang mengatur soal peralihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah tepat. Ginka mengatakan putusan MK membuktikan alih status pegawai KPK konstitusional.

    "TWK adalah harga mati. Nasionalisme dalam lembaga negara adalah hal wajib," kata Ginka.

    Baca: KPK Tidak Bisa Diintervensi Terkait Pemecatan 57 Pegawai

    Dia mendukung pemberhentian dengan hormat puluhan pegawai KPK pada 30 September 2021. Hal tersebut sebagai konsekuensi kegagalan tes TWK untuk alih status menjadi ASN.

    "Hal tersebut (TWK) tidak bisa diganggu gugat,” kata Ginka.

    Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal TWK dipecat. Mereka hanya bekerja sampai akhir bulan ini.
     
    "Memberhentikan dengan hormat kepada 51 orang pegawai kpk yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.
     
    Alex mengatakan ada tambahan enam orang pegawai yang ikut dipecat. Mereka semua ikut didepak dari KPK karena tidak mau ikut pelatihan bela negara.
     
    Mereka semua tidak akan bekerja lagi pada 1 Oktober. Pada 1 Oktober nanti, seluruh pegawai KPK sudah berstatus sebagai aparatur sipil negara.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id