Ada 1.146 Klaster Covid-19 di Indonesia

    Antara - 24 September 2020 06:34 WIB
    Ada 1.146 Klaster Covid-19 di Indonesia
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 1.146 klaster penularan covid-19 di seluruh Indonesia. Data ini terangkum hingga Selasa, 22 September 2020.

    Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan Mariya Mubarika menyebut jumlah klaster covid-19 meningkat jika dibandingkan dengan Senin, 21 September 2020. Pada awal pekan tercatat ada 1.137 klaster.

    Mariya menyebutkan penambahan klaster paling banyak terjadi di Jawa Tengah dengan didominasi kelompok pesantren. Klaster baru covid-19 ini di antaranya pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas; ponpes Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara; dan kelompok warga Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kabupaten Salatiga.

    Klaster lainnya yakni Gedung Menara Wijaya Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo; RSUP Soeradji Tirtonegoro, Kabupaten Klaten; ponpes di Kabupaten Kendal; Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kendal; arisan RT Pedukuhan Tlogolelo Kulon Progo; dan markas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

    “Kita pantau secara ketat dan terus menerus oleh unsur-unsur kesehatan di wilayah terkait. Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik, pemerintah menjamin tidak akan ada penularan keluar klaster,” kata Mariya Mubarika dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2020.
       
    Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif covid-19 per Rabu, 23 September 2020, tercatat bertambah 4.465 kasus sehingga total menjadi 257.388 pasien. Korban meninggal tercatat bertambah 140 jiwa sehingga total menjadi 9.977 kematian pasien positif covid-19.

    Baca: Denda Rp1 M Terkumpul Dalam 9 Hari Operasi Yustisi

    Pasien yang pulih dari serangan virus SARS CoV 2 tercatat bertambah 3.660 orang sehingga totalnya menjadi 187.958 orang. DKI Jakarta mencatatkan tambahan jumlah pasien sembuh terbanyak, yaitu 1.105 orang, dengan kasus positif 1.133 orang dan kasus meninggal 28 orang.

    Kasus suspek yang masih dipantau ketat pemerintah mencapai 109.541 orang dengan 494 kabupaten/kota yang telah terdampak di 34 provinsi. Spesimen yang diperiksa hingga 23 September 2020 mencapai 38.181 sampel, sehingga total spesimen yang telah diperiksa 3.032.250 sampel.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id