Dewan Pers Verifikasi Faktual Medcom.id

    Medcom - 21 November 2019 13:38 WIB
    Dewan Pers Verifikasi Faktual <i>Medcom.id</i>
    Anggota Pokja Komisi Pendataan dan Penelitian Media Dewan Pers, Winarto (kemeja biru). Foto: Medcom.id/Widjokongko
    Jakarta: Dewan Pers mendatangi kantor Medcom.id untuk melakukan verifikasi faktual. Verifikasi faktual diperlukan untuk membuat keputusan final bahwa sebuah perusahaan pers sepenuhnya dapat dipercaya dalam memproduksi berita.

    "Hasil dari verifikasi faktual ini nantinya akan dirapatkan di komisi (Komisi Pendataan dan Penelitian Media Dewan Pers). Setelah itu, keputusannya diumumkan oleh komisi," kata Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Pendataan dan Penelitian Media Dewan Pers, Winarto, saat melakukan verifikasi faktual di kantor Medcom.id, Jakarta Barat, Kamis, 21 November 2019.

    Verifikasi media adalah proses pemeriksaan terhadap perusahaan pers untuk menentukan data dan informasi yang disampaikan benar atau tidak. Sebuah media akan disematkan sebagai 'media terverifikasi' jika sudah terbukti dijalankan sesuai dengan ketentuan sebuah perusahaan pers.

    Dewan Pers membagi proses verifikasi menjadi dua, yaitu verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Verifikasi administrasi meliputi pencatatan dan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang telah ada atau sudah diterima Dewan Pers. 

    Sedangkan verikasi faktual adalah upaya Dewan Pers untuk memeriksa semua persyaratan yang sudah diajukan. "Verifikasi faktual menunjukkan bahwa baik administrasi maupun fakta-faktanya telah   memenuhi semua persyaratan yang dipersyaratkan undang-undang maupun peraturan Dewan Pers," kata Winarto. 

    Pasal 15 Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers mengamanatkan Dewan Pers untuk mendata perusahaan pers. Ini sebagai tindak lanjut dari Piagam Palembang 2010 yang merupakan insisiatif masyarakat pers untuk menata dirinya.

    Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, mengatakan penting bagi Medcom.id mendapat predikat sebagai media terverifikasi. "Verifikasi menjadi syarat mutlak bagi perusahaan pers untuk dipercaya publik," kata Kohar.

    Kohar yakin Medcom.id merupakan perusahaan pers tepercaya. Keyakinan ini didasarkan pada disiplin atas kode etik jurnalistik yang telah dijalankan secara konsisten oleh Medcom.id.

    "Kami rutin memverifikasi setiap berita yang akan dimuat. Kami juga rutin melakukan pelatihan kode etik jurnalistik. Pemahaman terhadap UU Pers juga terus ditingkatkan," katanya.

    Di berbagai kesempatan, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyatakan sangat penting bagi sebuah perusahaan media mendapat predikat terverifikasi. Predikat itu sebagai bukti bahwa sebuah perusahaan media menjaga kepercayaan publik atas konten berita yang diproduksi.

    Kepercayaan inilah yang nantinya membuat perusahaan pers bisa menjalin kerja sama dengan instansi dan lembaga lain. Fungsi lain dari verifikasi, kata Nuh, adalah untuk memberikan perlindungan hukum.

    "Jika perusahaan pers dan wartawan sudah terverifikasi, maka berita dan informasi yang dihasilkan bersumber dari kerja-kerja profesional dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika perusahaan persnya belum terverifikasi, maka produk berita dan informasi yang dihasilkan juga tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya.




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id