Walhi Nilai Anies Lamban Larang Penggunaan Plastik

    Kautsar Widya Prabowo - 08 Januari 2020 18:40 WIB
    Walhi Nilai Anies Lamban Larang Penggunaan Plastik
    Ilustrasi. (Foto: MI/Sumaryanto).
    Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai kebijakan pelarangan kantong plastik yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlambat. Pembahasan pelarangan plastik sudah dikaji sejak 2018. 

    "Kita pikir, jauh beda dari draf yang dimunculkan, ternyata enggak juga, sangat lambat betul, baru dikeluarkan Desember 2019 dan baru diberlakukan Juli (2020)," ujar Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta, Tubagus S Ahmadi, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2019. 

    Tubagus menilai Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko, Swalayan dan Pasar Rakyat, tidak cukup lengkap. Peraturan mestinya turut melarang perlengkapan rumah tangga yang ikut menyumbang sampah. 

    "Styrofoam tidak diakomodasi, sedotan plastik juga. Sebenarnya kekurangannya itu teknis banget. Tapi kenapa yang teknis ini kacau banget," kata dia. 

    Pemerintah juga dinilai setengah-setengah membatasi peredaran plastik. Sebab, pengunaan plastik wadah makanan masih diperbolehkan, dengan alasan belum ada teknologi yang mumpuni. 

    "Minimal targetnya harus ada. Nah target-target capaian itu yang enggak pernah sampai," tegas dia. 

    Pemprov DKI mulai melarang kantong plastik pertengahan tahun 2020. Aturan berlaku di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.

    "Pergub diundangkan pada 31 Desember 2019, enam bulan itu waktunya sosialisasi. Per 1 Juli efektif," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih saat dihubungi, Selasa, 7 Januari 2020.

    Para pengelola dan pelaku usaha di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat diminta tidak menyediakan kantong belanja plastik sekali pakai dan menyediakan kantong belanja ramah lingkungan secara tidak gratis.

    Mereka juga berkewajiban menerapkan prosedur sosialiasi pemakaian kantong belanja ramah lingkungan kepada konsumen dan dampak negatif penggunaan kantong plastik sekali pakai.

    "Pengelola bisa menyediakan kantong kemasan plastik sekali pakai yang digunakan mewadahi bahan pangan yang belum terselubung kemasan apa pun," kata dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id