Irjen Firli Heran Keberadaannya Dipermasalahkan

    Fauzan Hilal - 12 September 2019 10:00 WIB
    Irjen Firli Heran Keberadaannya Dipermasalahkan
    Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto.
    Jakarta: Calon pimpinan (Capim ) KPK Irjen Firli Bahuri heran ada pihak yang tidak menginginkan dirinya masuk sebagai pimpinan KPK. Dia menyebut ada pihak yang berupaya menyudutkan dirinya.
     
    Firli merasa tersudutkan dengan konferensi pers yang dilakukan Wakil ketua KPK Saut Sitomorang kemarin sore. Firli menyebut pelanggaran yang dituduhkan kepadanya tidak benar.
     
    "Saya heran kenapa baru sekarang ribut. Saat klarifikasi di lima pimpinan tidak ada satupun yang menyatakan pelanggaran. Dan, klarifikasi tanggal 19 Maret 2019 kenapa tidak disampaikan," kata Firli 19 September 2019.
     
    Mantan Deputi Penindakan KPK ini menerangkan, pelanggaran etik berat ditujukan kepada dirinya tidak beralasan.  Pasalnya, pimpinan hanya memberikan nasihat dan peringatan kepada dirinya karena dengan tidak sengaja bertemu Tuan Guru Bajang (TGB) yang saat itu sedang berperkara di KPK.
     
    “Sekali lagi saya jelaskan, saya tidak mengadakan hubungan dengan TGB. Tapi kebetulan bertemu karena saya diundang Dandrem untuk bermain tenis pada 13 Mei 2018. Tidak ada satupun pembicaraan terkait perkara TGB. Apa yang salah dengan saya? TGB bukan tersangka," jelas Firli.
     
    Seperti diketahui, TGB berperkara dengan KPK terkait Divestasi Newmont oleh PT. DMB yang merupakan BUMD provinsi Nusa Tenggara Barat dengan PT Multicapital. 
     
    TGB diduga menerima gratifikasi dan korupsi atas menjualan saham oleh PT DMB dan PT Multicapital kepada PT AMI. Namun, hingga saat ini, TGB tidak menjadi tersangka tersangka dan KPK terus menyelidiki kasus yang menimpa mantan Gubernur NTB tersebut.
     
    Firli mengungkapkan, semua hal terkait aktivitasnya saat menjabat Deputi Penindakan KPK telah diutarakan kepada pansel capim KPK dan sudah disampaikan saat uji publik.
     
    “Saya tidak ingin terus dikatakan melanggar kode etik. Intinya, semua sudah diklarifikasi dan saya mengatakan kepada pansel jika saya memang tidak memenuhi syarat maka jangan diluluskan. Sekarang saya serahkan semuanya ke DPR," katanya.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id