KLHK Teliti Usulan Daur Ulang Masker Medis

    Cindy - 18 Februari 2021 18:27 WIB
    KLHK Teliti Usulan Daur Ulang Masker Medis
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih meneliti usulan daur ulang masker medis sekali pakai. Pasalnya, masker medis bekas masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

    "Kami belum memutuskan limbah masker sekali pakai itu bisa didaur ulang," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, lewat konferensi pers secara daring, Kamis, 18 Februari 2021.

    Menurut dia, Kementerian Kesehatan dan KLHK masih mengikuti aturan pemusnahan limbah masker sekali pakai. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun.

    Limbah masker sekali pakai yang diduga terinfeksi covid-19 harus dimusnahkan dengan insinerator bersuhu 180 derajat Celsius. Langkah ini guna memutus rantai penularan virus korona.

    Baca: Masker Bekas Jadi Kendala Pengelolaan Limbah

    "Kita sudah koordinasi dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menyampaikan limbah masker sekali pakai untuk didaur ulang, ini masih diteliti. Kita harus kaji lebih dalam," ujar dia.

    LIPI mengungkap sejumlah penelitian yang dapat dijadikan solusi atas meningkatnya limbah medis akibat penanganan covid-19. Salah satunya dengan mendaur ulang limbah masker medis sekali pakai.

    Dalam Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB), LIPI berhasil mendaur ulang masker medis sekali pakai menjadi produk plastik lain. Sementara itu, Pusat Penelitian Kimia LIPI mencoba metode rekristalisasi demi menghasilkan serbuk plastik dari masker medis untuk didaur ulang.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id