Satgas Jamin Keamanan Vaksin Covid-19

    Media Indonesia.com - 24 Oktober 2020 06:25 WIB
    Satgas Jamin Keamanan Vaksin Covid-19
    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: BNPB
    Jakarta: Pemerintah menjawab keraguan masyarakat terhadap vaksin covid-19. Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan vaksin covid-19 terjamin keamanannya.

    “Produk yang diberikan kepada publik secara massal telah melalui quality control. Berdasarkan survei Kemenkes, banyak warga masyarakat meragukan, bahkan menolak vaksin. Kami berusaha menyampaikan secara komunikatif apa itu vaksin dan bagaimana vaksinasi bekerja. Kami juga berusaha meminimalkan hoaks yang beredar,” kata juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Achmad Yurianto mengatakan semua warga masyarakat harus mendapatkan vaksin covid-19. Namun, pemberian vaksinasi harus diurutkan berdasarkan tingkat risiko.

    Kelompok yang harus divaksinasi terlebih dulu ialah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan yang melayani pasien covid-19, Lalu, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan tempat pemeriksaan spesimen covid-19 yang berhadapan langsung dengan virus. Ketiga, tenaga kesehatan yang melaksanakan contact tracing untuk mencari kasus baru.

    "Kelompok ini kurang lebih hampir dua juta orang,” ujar Yuri.

    Baca: Komite Penanganan Covid-19 Susun Prioritas Vaksinasi

    Selanjutnya, kelompok yang menjadi target vaksinasi ialah pekerja publik yang melaksanakan tugas operasi yustisi kepatuhan protokol kesehatan, seperti Satpol PP, Polri, dan TNI. Pekerja publik di bandara, stasiun, dan pelabuhan yang berhadapan dengan banyak orang setiap hari juga menjadi target vaksinasi.

    “Nanti vaksinasi hanya dilakukan pada kelompok usia 18-59 tahun dan tidak memiliki penyakit komorbid berat,” ungkap Yuri.

    Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi mengimbau pemerintah tidak tergesa-gesa. Pemanfataan vaksin covid-19 harus dilakukan dengan hati-hati.

    “Kami sudah pergi ke Tiongkok. MUI tidak terburu-buru mengambil keputusan kecuali sudah ada hasil kajian dari aspek keilmuan, scientifi judgement, baru mengeluarkan fatwa. Jika kemudian mungkin ditemukan bahan yang najis secara syar’i, tentu rencana penggunaan vaksin dibatalkan,” ujar Muhyiddin.

    Indonesia menggandeng mitra asing untuk memproduksi vaksin, yakni PT Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, PT Kimia Farma dengan G42 dari UEA, dan PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korsel.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id