Menko PMK Ingatkan Manajemen Limbah Medis Harus Diperketat

    Ferdian Ananda - 03 Mei 2021 04:23 WIB
    Menko PMK Ingatkan Manajemen Limbah Medis Harus Diperketat
    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Foto: Dok Media Center Covid-19



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tak menoleransi penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara. Pelaku mencuci alat tes bekas dengan alkohol lalu menggunakannya kepada calon penumpang.

    "Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan yang tidak baik," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.






    Menurut dia, masalah limbah medis ini harus mendapat perhatian serius. Dia berharap setiap fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen memusnahkan limbah medis sesuai prosedur.

    Baca: Tanah Abang Ramai, Polisi Minta Publik Cari Lokasi Belanja Alternatif

    "Tidak boleh ada limbah medis yang masih berkeliaran apalagi kemudian digunakan ulang," imbuh dia. 

    Polisi menggerebek layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Selasa sore, 27 April 2021. Sebanyak lima petugas PT Kimia Farma Diagnostik diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas pakai. Kelimanya ialah PM, DP, SP, MR, dan RN. 

    Mereka telah ditetapkan tersangka. Praktik penggunaan alat rapid test antigen bekas itu sudah berlangsung sejak Desember 2020. Pelaku meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar dari penipuan itu.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id