Inafis Temukan 12 Titik Kesamaan Sidik Jari Korban dengan Data Kependudukan

    Kautsar Widya Prabowo - 12 Januari 2021 21:44 WIB
    Inafis Temukan 12 Titik Kesamaan Sidik Jari Korban dengan Data Kependudukan
    Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
    Jakarta: Indonesia Automatic Fingerprint Identification Syatem (INAFIS) Polri telah mengidentifikasi tiga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air JS-182. Korban tersebut atas nama Fadly Satrianto, Khasanah, dan Asy Habul Yamin.

    Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto mengatakan identifikasi itu diketahui setelah terdapat sejumlah titik kesamaan antara sidik jari korban dengan data kependudukan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    "Dari sidik jari yang kami ambil dari korban tersebut, dan sidik jari dari KTP-el yang menjadi data base kita, ini juga bisa teridentifikasi dengan ditemukannya 12 titik persamaan," ujar Hudi dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa, 12 Januari 2021.

    Dia menyebut bagian tubuh korban yang paling mudah untuk diidentifikasi, yaitu jempol dan telunjuk. Mayoritas korban teridentifikasi melalui jempol kanan.

    Adapun identitas korban itu, yakni Asy Habul Yamin dengan tempat tanggal lahir di Sintang, 31 Mei 1984, jenis kelamin laki-laki. Dia beragama Islam, dengan alamat Jalan Sakti Nomor 7A, RT 05/06, Kelurahan Patukangan Selatan di Pesanggrahan, Jakarta.

    "Ini sesuai dengan daftar manifes penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 yang kami terima, yaitu nomor manifes 40. Sehingga diyakini korban ini benar-benar terdaftar dan naik pesawat Sriwijaya Air," jelasnya.

    Baca: Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182 Belum Terkumpul

    Kemudian korban kedua adalah, Fadly Satrianto, kelahiran, Surabaya 6 Desember 1982, berjenis kelamin laki-laki, Agama Islam, alamatnya Teluk Penanjung 17 RT 04/05 di daerah Pabean Cantian Jawa Timur. Penumpang ini terdaftar pada nomor manifes 31 dan tercatat sebagai kopilot dari Naim Air.

    "Perbandingan sidik jarinya dari KTP-el telunjuk kanan, yang berhasil kita identifikasi dari potongan bagian tubuh yang kami dapatkan. Identik 12 titik persamaan. Ada di label kantung mayat 0020," papar Hudi.

    Ketiga, Khasanah dengan tempat tanggal lahir, Lamongan 28 Desember 1970. Jenis kelamin perempuan, agama Islam, alamatnya Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat. Terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifes 28.

    "Ini juga sudah kami perbandingan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di KTP-el dengan bagian tubuh dari kantung mayat tersebut," ucap Hudi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id