Ogah Pakai Data Kemenkes, Budi Percayakan Data KPU untuk Vaksin Covid-19

    Cindy - 22 Januari 2021 16:50 WIB
    Ogah Pakai Data Kemenkes, Budi Percayakan Data KPU untuk Vaksin Covid-19
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. MI/Immanuel Antonius



    Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan menggunakan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai basis data program vaksinasi covid-19. Data kependudukan dari KPU dinilai paling aktual.

    "Aku ambil datanya KPU. Kita ambil KPU manual, itu baru pemilihan kemarin (Pilkada 2020). Kayaknya itu yang paling current, base-nya untuk rakyat di atas 17 tahun," kata Budi dalam diskusi secara daring, Jumat, 22 Januari 2021.






    Budi mengaku kapok menggunakan data Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi covid-19. Menurut dia, data tersebut tak sesuai fakta di lapangan.

    "Saya sudah kapok, saya enggak mau lagi pakai datanya Kemenkes, dicrossing-crossing data Dukcapil," ucap dia.

    (Baca: Jokowi Perintahkan Vaksinasi Dipercepat)

    Budi mengaku pernah diberikan data dari Kementerian Kesehatan terkait jumlah puskesmas dan rumah sakit di Indonesia. Dari data tersebut, proses vaksinasi covid-19 dapat dilakukan secara nasional tanpa bantuan pemerintah daerah dan swasta.

    Budi tidak serta merta mempercayai data tersebut. Dia menelusuri data sarana kesehatan mulai tingkatan nasional hingga Kabupaten/Kota.

    "Ternyata enggak (valid data Kemenkes), itu 60 persen tidak cukup. Kalau di Bandung yang RS dan puskesmas banyak pasti bisa. Tapi, begitu di Puncak Jaya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, baru 3 ribu hari atau 8 tahun (vaksinasi selesai)," ungkap Budi.  

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mempercepat penyelesaian program vaksinasi covid-19. Kementerian Kesehatan memproyeksikan program tersebut kelar dalam 15 bulan.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id