Masyarakat Dinilai Perlu Mewaspadai Gejala Long Covid-19

    Juven Martua Sitompul - 03 Juni 2021 21:08 WIB
    Masyarakat Dinilai Perlu Mewaspadai Gejala Long Covid-19
    MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)



    Jakarta: Masyarakat diimbau mewaspadai gejala long covid-19. Warga yang merasakan gejala ini diharap memeriksakan diri ke rumah sakit (RS).

    Data penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 53,7 persen pasien merasakan gejala long covid-19 selama satu bulan. Kemudian, 43,6 persen selama 1-6 bulan, dan 2,7 persen lebih dari 6 bulan.

     



    "Gejala long covid-19 dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan," kata Kabag Pembinaan Fungsi RS Polri Kombes Yahya dalam diskusi 'Long Covid, Kenali dan Waspadai' di FMB9ID_IKP, Kamis, 3 Juni 2021.

    Yahya menyebut secara demografi pasien laki-laki lebih besar peluangnya terkena efek long covid-19. "Salah satu alasannya karena gaya hidup merokok. Biasanya juga pasien covid-19
    yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita long covid-19 ini," ujarnya.

    Yahya mengatakan gejala long covid-19 salah satunya juga dipicu kondisi psikologis pasien. "Memang ada kelemahan seseorang gampang cemas, gampang depresi, ini juga faktor yang membuat seseorang long covid-19," ujarnya.

    Dia meminta pasien yang merasakan gejala-gejala long covid-19 saat perawatan atau isolasi mandiri berkonsultasi kepada dokter. Konsultasi penting guna mengantisipasi penyebaran virus lebih jauh.

    Sementara itu, ahli virologi Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika, mengatakan gejala long covid-19 membuat pasien berisiko mengalami kerusakan jaringan tubuh dalam jangka panjang hingga menyebabkan gangguan respons imun dan gangguan saraf.

    "Karena itu mohon jangan lagi menganggap remeh penyakit covid-19 ini," kata Mahardika.

    Baca: Bertambah 714, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Jadi 431.893

    Penyintas covid-19, Cahyandaru Kuncorojati, menceritakan efek dari long covid-19. Menurut dia, selain mengganggu kesehatan fisik, covid-19 ini juga menyerang secara psikologis.

    "Waktu saya dirawat bersama istri dan dua anak saya yang masih kecil, saya memikirkan anak saya. Saya bertekad untuk segera sembuh agar anak saya yang masih usia dua tahun dan satu lagi tujuh bulan bisa segera saya pantau juga kesembuhannya," kata Cahyandaru.

    Setelah dinyatakan negatif, kata dia, dirinya juga mengalami gejala long covid-19. Di antaranya, kehilangan penciuman dan pengecapan selama kurang lebih satu bulan.

    "Berangsur-angsur mulai kembali tapi sampai sekarang indra penciuman saya tidak setajam dulu lagi," kata Cahyandaru.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id