comscore

Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Kunci Cegah Mutasi Covid-19

Antara - 07 Desember 2021 18:34 WIB
Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Kunci Cegah Mutasi Covid-19
MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut mutasi covid-19 bisa dicegah. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi covid-19.
 
"Yang paling penting itu adalah penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi," kata juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam dialog bertema 'Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron,' di Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021.
 
Menurut dia, penerapan protokol kesehatan dapat mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Sehingga, virus tidak akan menemukan tempat untuk berkembang.
 
"Artinya, menjadi penting bahwa kita tidak boleh lengah untuk protokol kesehatan, tetap batasi mobilitas," kata dia.
 
Sementara itu, vaksinasi dapat mencegah adanya kasus positif baru. Kekebalan kelompok diyakini menangkal kemungkinan varian-varian yang muncul.

"Varian muncul karena virus menginfeksi atau menularkan kepada manusia, karena mereka beradaptasi dengan kita," ucapnya.
Baca: Satgas Covid-19: PCR di Gerbang Internasional Dapat Mendeteksi Omicron

Nadia menilai masuknya varian baru covid-19 seperti Omicron di Indonesia bergantung pada perilaku masyarakat dalam menekan penularan covid-19. Dalam kesempatan itu juga, Nadia mengatakan saat ini varian Delta merupakan varian yang paling banyak beredar dan mendominasi kasus aktif di Indonesia.
 
"Perlu diwaspadai varian Delta ini telah bermutasi, saat ini kita sudah mengidentifikasi ada 23 turunan dari varian Delta," katanya.
 
Dia mengingatkan pandemi covid-19 belum berakhir. Sekalipun kasus di dalam negeri relatif cukup terkendali.
 
"Pendemi ini belum selesai walaupun minggu ini kita melihat penurunannya antara 200-300 kasus yang dilaporkan per hari. Kematian yang dilaporkan selama satu minggu rata-rata 8-10 jiwa. Jadi kalau kita lihat laju penularannya sudah rendah saat ini, tapi tetap kita harus waspada," kata dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id