1.050 Orang Mengungsi Pascagempa

    Candra Yuri Nuralam - 03 Agustus 2019 09:40 WIB
    1.050 Orang Mengungsi Pascagempa
    Ilustrasi: Sejumlah warga pesisir pantai mengungsi pascacempa yang melanda Banten. Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki
    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.050 orang mengungsi pascagempa yang melanda wilayah Sumur, Banten. Para pengungsi terpisah di beberapa titik. 

    Sebanyak 1.000 jiwa mengungsi di halaman kantor Gubenur Lampung, dan kurang lebih 50 orang mengungsi di eks Hotel Lima Enam, Kabupaten Lampung Selatan.

    "Kurang lebih 1.050 jiwa mengungsi, empat orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Korban tewas atas nama Rasinah, 48, warga Jalan Cilangkahan RT03 RW01 Desa Peucangpari, Kecamatan Cigemblong, Lebak. Rasinah meninggal karena serangan jantung.

    Di sisi lain, BNPB mencatat 113 bangunan rusak. Mayoritas bangunan rusak ringan.

    "34 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, 58 unit rumah rusak ringan, satu unit kantor desa rusak ringan, dan dua unit masjid rusak ringan," ujar Agus.

    Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) melanda Banten. Gempa terjadi pukul 19.03 WIB, Jumat, 2 Agustus 2019. Titik gempa berada di 7,54 LS dan 104,58 BT atau 147 km barat daya Banten di kedalaman 10 km.

    Fenomena ini sempat berpotensi menyebabkan tsunami. Namun, kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami tersebut beberapa jam setelah gempa.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id