Polisi Ungkap Penipuan Apartemen Fiktif Rp30 Miliar

    Siti Yona Hukmana - 22 Agustus 2019 18:57 WIB
    Polisi Ungkap Penipuan Apartemen Fiktif Rp30 Miliar
    Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti terkait penipuan dalam penjualan apartemen di Ciputat, Tangerang. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id
    Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan apartemen di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Total keuntungan Rp30 miliar.

    "Total Rp30 miliar itu dari 455 korban," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Agustus 2019. 

    Gatot mengatakan ada tiga tersangka yang ditangkap dalam pengungkapan kasus ini. Mereka yakni AS, KR dan PJ.

    Para tersangka membuat perusahaan bernama PT Megakarya Maju Sentosa (MMS) pada 2016. AS berperan sebagai Direktur Utama PT MMS periode 2016-2017 merangkap marketing pemasaran apartemen. Dia juga yang menandatangani perjanjian pengikat jual beli (PPJB). 

    KR kemudian melanjutkan peran AS dari periode 2017-2019. Sedangkan, PJ yang mengendalikan AS dan KR dalam pembangunan apartemen, dan penerimaan uang pembayaran, serta menggunakan uang perusahaan.

    Mereka menyebarkan brosur pamasaran 'Ciputat Resort Apartemen' dengan harga murah Rp150 juta serta iming-iming hadiah mobil, motor, voucher logam mulia, dan penjualan paket apartemen beli tiga unit hanya Rp525 juta.

    "Bilangnya promo akhir tahun. Dengan iming-iming itu korban percaya," ujar dia..

    Setelah para korban membayar uang muka dan melunasi unit apartemen itu, pembangunan tak kunjung dilakukan. Padahal penyerahan unit dijanjikan pada tahun ini.

    "Para korban menagih janji serta meminta pengembalian uang milik para korban, namun saat mendatangi kantor pemasaran PT MMS sudah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan," beber Gatot.

    Gatot menyampaikan PT MMS tidak pernah melakukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Namun, perusahaan tersebut memasarkan apartemen kepada konsumen.

    Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, kuitansi dan bukti transfer pembayaran uang muka, serta angsuran dari para korban. Kemudian, brosur Apartemen Ciputat Resort, maket atau miniatur apartemen, dan banner pemasaran.

    Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id