Menhub Minta Aturan Muatan Berlebih Truk Diterapkan

    Kautsar Widya Prabowo - 04 September 2019 09:24 WIB
    Menhub Minta Aturan Muatan Berlebih Truk Diterapkan
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
    Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pengaturan overdimension and overload (ODOL) truk di Tol Cipularang harus diperbaiki. Mengingat kecelakaan maut di kilometer 91 Tol Cipularang disebabkan truk pengangkutan tanah yang kelebihan muatan.

    "Nah silahkan nanti (pengelola) jalan tol (Cipularang) untuk menjalankan (perbaikan ODOL) kami melakukan suatu persiapan terkait dengan itu," kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September 2019.

    Budi telah mendiskusikan perbaikan aturan tersebut dengan sejumlah pihak terkait dalam setahun terakhir. Aturan itu seharusnya diterapkan sejak Mei, tapi para pemangku kepentingan belum menyetuji perbaikan itu.

    Mantan Dirut Angkasa Pura II itu menegaskan aturan ODOL akan segera diterapkan dalam lingkup kecil. "Kami tetap maju untuk melakukan standar baru atas kendaraan-kendaraan yang over kapasitas tersebut," tuturnya.

    Menhub telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Diretorat Jenderal Perhubungan Darat mendalami kecelakaan maut itu. Kecelakaan yang terjadi di kilometer 89 hingga kilometer 91 Tol Cipularang itu terjadi pada Senin, 2 September 2019, pukul 13.00 WIB. Sebanyak 21 kendaraan terlibat dalam kecelakaan itu.

    Sebanyak delapan orang tewas dalam insiden itu. Empat di antaranya telah diidentifikasi kepolisian. Mereka ialah Dedi Hidayat, 45, warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara; Iwan, 35, warga Sepatan Timur, Tangerang, Banten; Endi Budianto; serta Hendra Cahya, 64, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Berdasarkan olah tempat kejadian perkara kecelakaan disebabkan truk bemuatan tanah berpelat B 9410 UIU tak bisa mengerem karena muatan berlebih.

    "Truk yang angkut tanah ternyata ditemukan dari 24 ton yang diizinkan mengangkut 37 ton. Berarti kelebihan 13 ton," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius saat Newsline Metro TV, Selasa, 3 September 2019.

    Matrius menjelaskan truk meluncur dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun karena kelebihan beban. Pengemudi mengganti persneling dari gigi enam ke empat.

    "Setelah itu dilakukan pengereman tapi sudah tidak efektif, karena dorongan dari beban kendaraan," jelas Matrius.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id