comscore

Pemerintah Tegaskan Jalankan Prosedur Antisipasi Kasus Hepatitis Akut

Juven Martua Sitompul - 13 Mei 2022 12:30 WIB
Pemerintah Tegaskan Jalankan Prosedur Antisipasi Kasus Hepatitis Akut
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pemerintah menjalankan prosedur antisipasi kasus hepatitis akut. Masyarakat bahkan bisa mengakses informasi akurat yang telah disediakan pemerintah atau lembaga yang mempunyai otoritas terkait penyakit menular ini.

"Sebenarnya saluran resmi masyarakat tentang hal itu ada. Di IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pun sudah menyediakan nomor khusus untuk bertanya. Kemudian di Kemenkes ada juga pakai 119. Di Rumah Sakit Soeroso (RSIA RP Soeroso) juga sudah bisa," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto kepada wartawan, Kamis, 12 Mei 2022.
Pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait kekhawatiran merebaknya hepatitis akut pada anak. Menurut dia, Kemenko PMK dan Kemenkes telah mengadakan rapat untuk membahas persoalan tersebut.

"Sebelum lebaran kita sudah rapat dengan Kemenkes untuk mengantisipasi peningkatan kasus hepatitis," ujarnya.

Menurut Agus, rapat itu membahas sejumlah hal. Di antaranya prosedur penanganan yang bisa diantisipasi, menetapkan laboratorium yang akan ditingkatkan kemampuannya untuk memeriksa hepatitis, menetapkan rumah sakit yang bisa dijadikan tumpuan utama dalam penanganan hepatitis, dan komunikasi risiko.

Agus mengakui ada dua kekhawatiran terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Pertama berkenaan dengan covid-19 yang masih berada dalam pantauan usai mudik Lebaran 2022.

"Kedua adalah kecemasan terkait kasus suspek (probable) hepatitis di masyarakat. Walaupun sampai hari ini belum pernah ada yang definitif. Karena kita masih mengikuti perkembangan keilmuan dan pemberitaan lebih lanjut," kata dia.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso berharap orang tua terus menerapkan perilaku hidup bersih sehat. Orang tua diminta tidak panik jika anak mulai sakit dan langsung membawanya ke dokter.

"Selama pandemi ini kita sudah belajar mengatasi penularan melalui saluran pernafasan, lewat masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Dilanjutkan bagaimana mencegah penularan dari saluran cerna, konsumsi makanan yang matang, menghindari dari pencemaran," kata Piprim dihubungi terpisah.

Baca: Menko PMK Sebut Seluruh Sumber Daya Dikerahkan Tangani Hepatitis Akut

IDAI dan Kemenkes sejauh ini terus berkoordinasi dan masih menunggu hasil lab dari kasus hepatitis misterius ini. Namun, terpenting dari itu masyarakat diminta melakukan kewaspadaan dini agar kasus-kasus ini bisa diantisipasi secepat mungkin.

Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya meminta pemerintah terus memberi penjelasan yang akurat kepada masyarakat terkait kasus dan penanganan penyakit tersebut. Puan mengingatkan pemerintah terus memantau pelaksanaan PTM agar menjaga peserta didik dari penyebaran hepatitis.

Puan juga mengimbau masyarakat khususnya orang tua mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang dilaporkan cukup membahayakan bagi anak. Dia mengingatkan agar pemerintah bekerja cepat dalam memonitor dan mengatasi penyakit ini.

"Peran orang tua sangat penting dalam menghadapi hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan menjaga pola keseharian anak," ujar Puan.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id